Menteri Malaysia Puji Indonesia Penuhi Kebutuhan Jagung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pertanian dan Industri Tani Malaysia Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek memuji Indonesia yang berupaya terbebas dari impor jagung sehingga tahun ini bisa memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri.

    Menteri Dato' Sri Ahmad dan delegasi dari Malaysia berkunjung ke Kantor Kementerian Pertanian dan menemui Menteri Pertanian Amran Sulaiman guna menyepakati kesediaan Indonesia menjadi negara pengekspor jagung ke Malaysia, Jumat 3 Maret 2017.

    "Saya begitu terinspirasi dengan kejayaan yang telah ditunjukkan Indonesia, negara pengimpor jagung, akhirnya sekarang ini mencukupi untuk kegunaan sendiri," tutur Menteri Dato' Sri Ahmad di Gedung Kementerian Jakarta, Jumat.

    Baca juga:
    Dana Kredit Rp 13,3 T Raja Salman Tak Cair Dalam Waktu Dekat
    Pindah Rumah Dinas, Deddy Mizwar Punya 'Ritual' Jumat

    Dato' Sri Ahmad mengatakan kebutuhan jagung di Malaysia masih 100 persen bergantung pada impor, bahkan dari negara yang sangat jauh, yakni Argentina dan Amerika. Menurut dia, bukan hal yang mustahil jika kedua negara ini berupaya untuk menanam jagung bersama mengingat ada kesamaan letak geografis dan iklim antara Indonesia dan Malaysia.

    "Kita berada pada ekuator yang sama, cuacanya sama, hujannya sama. Jadi kenapa kita tidak bisa mencontoh Indonesia," tutur dia.

    Dalam pertemuan bilateral itu, Indonesia bersedia mengekspor jagung sebanyak tiga juta ton ke Malaysia yang diperkirakan akan terpenuhi dalam tiga tahun mendatang. "Malaysia siap mengambil jagung dari Indonesia dengan jumlah tiga juta ton. Kalau tiga juta ton kita rancang dari sekarang, mudah-mudahan tiga sampai empat tahun sudah selesai," kata Menteri Amran.

    Ia menjelaskan Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menanam jagung bersama di wilayah perbatasan, yakni di Entikong, Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia.

    Adapun lahan penanaman jagung yang digarap oleh kedua negara yakni Entikong seluas 50 ribu hektare yang bisa dikembangkan menjadi 100 ribu hektare dan Sarawak seluas 60 ribu hektare. Amran menjelaskan dirinya bersama Menteri Dato' berencana melakukan penanaman perdana jagung di Entikong pada pertengahan tahun 2017.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.