Longsor di Kabupaten 50 Kota,Evakuasi Korban Terhambat Cuaca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan roda empat tertimbun material longsor di daerah Koto Alam, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, 3 Maret 2017.  Sebanyak 8 mobil tertimbun dan empat orang tewas. ANTARA/Muhammad Arif

    Sebuah kendaraan roda empat tertimbun material longsor di daerah Koto Alam, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, 3 Maret 2017. Sebanyak 8 mobil tertimbun dan empat orang tewas. ANTARA/Muhammad Arif

    TEMPO.CO, Padang -Bencana tanah longsor di Nagari Kota Alam Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat menimpa sejumlah mobil. Empat orang di antaranya ditemukan tewas tertimpa material longsoran.

    "Ada empat orang baru berhasil dievakuasi. Mereka meninggal," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten 50 Kota Nasriyanto Jumat 3 Maret 2017.

    Menurutnya, dipekirakan masih ada korban terhimpit longsor karena ada sekitar delapan kendaraan yang tertimbun material. Namun karena masih hujan, untuk sementara evakuasi dihentikan.

    Baca : Bencana Alam di Sumatera Barat, Ini Sebaran Titik Longsor dan Banjir

    Nasriyanto menjelaskan, jalan negara yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Riau putus total. Sebab ada sekitar 10 titik longsor di Kilometer 17 tersebut.

    "Kami masih sedang berusaha untuk menyingkan material longsor. Tapi cuaca masih buruk. Besok dilanjutkan," ujarnya.

    Selain longsor, banjir juga merendam 12 nagari di tujuh kecamatan di kabupaten tersebut. Daerah yang terparah di Kecamatan Pangkalan. Ketinggian air sempat mencapai empat meter.

    Baca : Solo dan Madiun Siaga Merah, Bojonegoro Menunggu Banjir

    Kata dia, banjir merendam sekitar 10 ribu rumah. Termasuk fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan kantor kepolisian sektor Pangkalan.

    "Kami masih kesulitan menembus lokasi banjir di Pangakalan, karena akses ke sana terputus akibat longsor," ujarnya.

    Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengatakan, masih melakukan pendataan korban banjir. Sebab akses menuju lokasi banjir masih terputus.

    "Tapi kami meminta pihak PLTA Koto Panjang untuk melepas air secara perlahan," ujarnya Jumat 3 Maret 2017.

    ANDRI EL FARUQI
    Simak pula : Awasi TKA Ilegal, Gus Ipul: Libatkan Serikat Pekerja dan Warga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.