Solo dan Madiun Siaga Merah, Bojonegoro Menunggu Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga dengan mengendong bayinya melintas di genangan banjir di perumahan Pacul Permai di Desa Pacul, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (3/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Seorang warga dengan mengendong bayinya melintas di genangan banjir di perumahan Pacul Permai di Desa Pacul, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (3/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Ketinggian air di Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro meningkat drastis pada Jumat, 3 Maret 2017. Penyebabnya adalah hulu Bengawan Solo di Solo serta hulu Sungai Madiun meningkat dan berstatus siaga merah.

    Baca juga: Warga Bojonegoro Siap-Siap Kebanjiran

    Posisi tinggi muka air (TMA) di Bengawan Solo dalam empat jam terakhir naik cepat. Pada pukul 06.00, TMA di Bengawan Solo pada posisi 13,55 peilschaal. Tapi, pada pukul 09.00, TMA naik menjadi 13,78 peilschaal. Pada pukul 12.00, TMA kembali naik menjadi 13,93 peilschaal. “Trennya naik,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro M.Z. Budi Mulyono kepada Tempo, Jumat, 3 Maret 2017.

    Di Bojonegoro, tutur dia, posisi sungainya di bawah, sehingga bergantung pada daerah hulu, terutama jika terjadi banjir di Solo dan Madiun. Bila dua daerah itu dilanda hujan deras, dampaknya ke Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Diprediksi, air kiriman dari hulu bisa menimbulkan status siaga kuning dan berpotensi banjir. “Kami pantau terus,” katanya.

    Kondisi Kota Bojonegoro berawan dan mendung. Jika terjadi hujan lokal, baik di daerah selatan maupun utara Kota Bojonegoro, dikhawatirkan terjadi banjir. Sebab, 13 anak Sungai Bengawan Solo akan mengirim air ke induk sungai, di antaranya dari Sungai Kening, yang berhulu di Pegunungan Kendeng di Rembang dan Tuban, Sungai Semarmendem, Sungai Pacal, Sungai Dogol, Sungai Kalitidu, serta Sungai Mekuris.

    Di Ngawi, posisi air di Dungus cenderung menurun. Dungus menjadi patokan ukuran karena berada pada lintasan pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun. “Untuk sementara turun,” ujar anggota staf BPBD Ngawi, Andi Suparjo, kepada Tempo, Jumat, 3 Maret 2017. 

    Baca juga: Bengawan Solo Membludak, Bojonegoro Banjir

    BPBD Bojonegoro menyebutkan posisi air di hulu Bengawan Solo di Solo dan di Sungai Madiun dalam posisi menyentuh siaga merah banjir. Warga di bantaran Sungai Bengawan Solo di Ngawi, Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan diminta waspada. Diperkirakan Sungai Bengawan Solo akan meluap dan berpotensi banjir.

    SUJATMIKO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.