Raja Arab ke Bali, Pesawat Tempur Siaga di Madiun & Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gabungan personil Paspampres, TNI dan Kepolisian melakukan persiapan gladi resik untuk kedatangan Raja Arab Saudi di Istana Bogor, 25 Februari 2017. Persiapan tersebut  untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud ke Istana Bogor. ANTARA FOTO

    Gabungan personil Paspampres, TNI dan Kepolisian melakukan persiapan gladi resik untuk kedatangan Raja Arab Saudi di Istana Bogor, 25 Februari 2017. Persiapan tersebut untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud ke Istana Bogor. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Kuta - Menjelang kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud berlibur di Bali pada 4-9 Maret 2017, TNI AU Ngurah Rai masih berkoordinasi untuk pengamanan udara. Komandan Pangkalan Angkatan Udara Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman mengatakan pengamanan di udara saat ini sudah berjalan.

    "Di udara sudah diawasi, untuk pesawat tempur belum ada perintah, tetapi sudah direncanakan," katanya di Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, Kuta, Senin, 27 Februari 2017.

    Baca juga:
    Pengamanan Raja Arab,Kapolri Sebut Ketat,Rahasia,dan Waspada
    Raja Arab Datang, Apa Saja Keuntungannya bagi Indonesia?

    Ia mengatakan kendati belum ada perintah khusus dari Mabes TNI-AU, namun pesawat tempur akan disiagakan di Madiun dan Ujung Pandang (Makassar). "Kami tinggal menunggu instruksi pimpinan kami. Lanud Ngurah Rai tidak bisa menggerakkan pesawat itu," tuturnya.

    Menurut dia, untuk pengamanan udara menggunakan pesawat tempur saat ini masih dalam kesiapan rutin. "Ya belum beralih fungsi (kesiapan khusus keamanan) untuk Raja Arab," tuturnya.

    Pertemuan Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, keduanya akan membahas berbagai kerja sama dalam berbagai bidang antara Arab Saudi dan Indonesia.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.