Direstorasi, Danau Rawa Pening Kini Lebih Bening

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan menyusuri Danau Rawa Pening dengan menggunakan perahu motor sewaan di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jateng, Jum'at (2/9). Wisata perahu motor tersebut dipatok dengan harga Rp 30.000 sekali jalan selama 30 menit, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin menikmati indahnya Danau Rawa Pening. ANTARA/Noveradika

    Sejumlah wisatawan menyusuri Danau Rawa Pening dengan menggunakan perahu motor sewaan di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jateng, Jum'at (2/9). Wisata perahu motor tersebut dipatok dengan harga Rp 30.000 sekali jalan selama 30 menit, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin menikmati indahnya Danau Rawa Pening. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merestorasi Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kondisi danau yang berlokasi di empat kecamatan, yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru itu saat ini jauh lebih bersih.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Danau Rawa Pening mengalami penyusutan luas dalam 15 tahun terakhir. Luasnya berkurang dari 2.670 hektare menjadi 1.850,10 hektare.

    “Ini terjadi akibat perubahan tata guna lahan pada hulu daerah tangkapan air serta pada badan danau sendiri,” kata dia dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 Januari 2017.

    Basuki mengatakan Danau Rawa Pening memiliki peran penting sebagai sumber air bagi banyak keperluan. Air digunakan untuk irigasi, pembangkit energi seperti hydro power pada Sungai Tuntang, pariwisata, perikanan air tawar serta pengendalian banjir.

    Namun, Danau Rawa Pening mendapat tambahan tekanan sedimentasi dan pencemaran akibat jumlah dan luasan tanaman gulma seperti eceng gondok yang meningkat. Pada 2016, tanaman gulma menutup hampir 47 persen dari luasan danau sehingga terjadi pendangkalan yang serius. Pencemaran danau juga disumbang dari limbah penduduk, limbah ternak, dan limbah budidaya ikan yang berasal dari 600 unit keramba ikan.

    Pengembalian kapasitas dan fungsi Danau Rawa Pening dilakukan mulai 2016. Langkah penanganan yang dilakukan yakni pengendalian sedimentasi berupa pengerukan danau dan bangunan cek dam, pembuatan tanggul pembatas badan air danau, serta pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin dan penetapan zona sempadan danau.

    Basuki mengatakan saat ini kondisi Danau Rawa Pening sudah jauh lebih bersih. Ia berharap fungsi danau sebagai reservoir alami dapat terpelihara seiring dengan terjaganya daerah tangkapan air. "Partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam setiap upaya penyelamatan hutan, tanah dan air,” katanya.

    Danau Rawa Pening merupakan salah satu dari tujuh danau prioritas yang direstorasi oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana, Ditjen Sumberdaya Air. Danau lain yang direstorasi adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tempe di Sulawesi Selatan, Maninjau di Sumatera Barat, Tondano di Sulawesi Utara, Limboto di Gorontalo, dan Danau Singkarak di Sumatera Barat. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 187,5 miliar untuk itu.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.