Korupsi Hambalang, Siapa Saja Penerima Dana Haram Hambalang?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan wisma atlet yang terbengkalai hingga ditumbuhi ilalang di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Kini, nasib proyek wisma atlet yang berdiri di lahan seluas 33 hektar ini masih menunggu keputusan pemerintah dan pemeriksaan kondisi tanah. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Bangunan wisma atlet yang terbengkalai hingga ditumbuhi ilalang di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Kini, nasib proyek wisma atlet yang berdiri di lahan seluas 33 hektar ini masih menunggu keputusan pemerintah dan pemeriksaan kondisi tanah. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel, yang ditahan KPK pada 6 Februari 2017, terkait dengan dugaan keterlibatannya pada kasus korupsi pembangunan Stadion Hambalang, membuka kembali serangkaian perjalanan korupsi proyek Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga di Hambalang ini.

    Dalam dokumen yang salinannya diterima Tempo, miliaran rupiah dana Hambalang diduga mengalir ke sejumlah pejabat tinggi, pengusaha, dan anggota parlemen. Uang haram tersebut ada yang disalurkan melalui subkontraktor, ada pula yang dikirim langsung oleh konsorsium PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk.

    Baca juga: Korupsi Hambalang, Empat Saksi Telah Meninggal

    Tempo.co pernah memuat tulisan mengenai daftar para penerima dana haram Hambalang tersebut, yang ditayangkan pada Kamis, 7 November 2013. Berikut ini siapa saja yang diduga kecipratan 'duit panas' itu.

    1. Kementerian Pemuda dan Olahraga
    Pada 2010-2011, mencairkan uang pembayaran kepada Kerja Sama Operasi (KSO) PT Adhi Karya-PT Wijaya Karya senilai Rp 471 miliar.

    2. KSO Adhi-Wika
    - Sebelum KSO terbentuk, dari 2009 hingga 2010, Adhi dan Wika telah mengalirkan ongkos komitmen Rp 19,32 miliar ke banyak orang.
    - Setelah KSO terbentuk dikeluarkan lagi Rp 15,22 miliar. Sehingga total dana yang mengalir ke pihak tertentu paling sedikit Rp 34,54 miliar.

    Silakan baca: Korupsi Hambalang, Saut KPK: Mungkin Tidak Berhenti di Choel

    A. Subkontraktor
    1. PT Global Daya Manunggal
    Mendapat kontrak pekerjaan struktur dan arsitektur asrama junior dan gedung serba guna senilai Rp 142,4 miliar. Perusahaan ini telah menerima pembayaran Rp 60,2 miliar. Dari Global dana mengalir kepada:
    - Mantan Menteri Olahraga Andi Alifian Mallarangeng (Rp 4 miliar dan US$ 550 ribu).
    - Adik Menpora, Andi Zulkarnain Mallarangeng (Rp 4 miliar).
    - Mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Olahraga Deddy Kusdinar (Rp 250 juta).

    Baca: Korupsi Hambalang, Setelah Andi lalu Deddy Kini Choel

    2. PT Dutasari Citralaras
    Mendapat kontrak pekerjaan mekanikal elektrikal dan penyambungan listrik PLN senilai Rp 328 miliar. Perusahaan ini telah mendapat pembayaran Rp 170,3 miliar. Tidak disebutkan aliran dana dari perusahaan milik istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, ini.

    B. Kiriman langsung
    1. Perusahaan
    - Commitment fee PT Dutasari (Rp 28 miliar).
    - Ganti rugi terhadap Grup Permai, perusahaan milik M. Nazaruddin (Rp 10 miliar).

    2. Pribadi
    - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (Rp 2,2 miliar).
    - Direktur Utama Dutasari Mahfud Suroso (Rp 28,8 miliar)
    - Mantan Ketua Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat Mahyudin (Rp 500 juta).
    - Anggota Badan Anggaran DPR Olly Dondokambey (Rp 2,5 miliar). 
    - Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto (Rp 3 miliar).  
    - Mantan Sekretaris Kementerian Olahraga Wafid Muharam (Rp 6,5 miliar).
    - Deddy Kusdinar (Rp 1 miliar). 
    - Mantan Direktur Operasi Adhi Karya, Teuku Bagus M. Noor (Rp 4,5 miliar). 
    - Beberapa pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (Rp 135 juta).

    SUMBER: AUDIT BPK, DOKUMEN PEMERIKSAAN | EFRI RITONGA

    Simak:
    Kasus Suap Pajak, KPK Belum Simpulkan Soal Peran Ipar Jokowi
    Soal Pemeriksaan Ipar Jokowi, KPK Bantah Menutupi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.