Perlindungan Satwa, ProFauna Pantau Wisata Bersatwa Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Profauna Tolak Perdagangan Satwa Liar

    Aktivis Profauna Tolak Perdagangan Satwa Liar

    TEMPO.CO, Bandung - Tempat-tempat wisata dengan daya tarik satwa menjadi tren di Bandung. Masalahnya, menurut Koordinator ProFauna perwakilan Jawa Barat, Rinda Aunillah Sirait, perizinan terkait pemeliharaan satwa di beberapa tempat wisata itu terbukti ada yang tidak jelas. “Koleksi satwanya pun ada yang tergolong dilindungi,” kata Rinda, Sabtu, 18 Februari 2017.

    Menurut Rinda, ProFauna memantau beberapa tempat wisata di daerah Bandung utara. Sejumlah lokasi wisata di sana menjadikan beragam satwa sebagai daya tarik bagi pengunjung. “Ada yang dinamakan Mini Zoo, ada yang khusus burung-burungan, satwa campuran, juga masih ada ekploitasi satwa di sana, termasuk di mal,” kata Rinda, Sabtu, 18 Februari 2017.

    Baca: Profauna Tuntut Hukum Berat Bagi Penyelundup Satwa Liar

    Rinda mencontohkan, ada sebuah tempat wisata yang memajang burung hantu pada siang hari, agar pengunjung bisa berfoto-foto. “Kegiatan itu melanggar kesejahteraan hewan, karena masa terjaga burung hantu pada malam hari,” ujar Rinda.

    Pada kasus terbaru, dari hasil lap;oran ProFauna, ujar Rinda, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) menyita 16 ekor satwa dilindungi dari sebuah tempat wisata di Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 17 Februari 2017.

    Penyitaan itu bermula dari laporan warga, Mega Dwi Anggraeini, yang curiga soal keberadaan owa jawa (Hylobates moloch) di tempat itu sebagai satwa dilindungi. “Waktu lihat foto sepupu di tempat itu, latarnya kandang dan ada mirip owa,” kata Mega, Sabtu 18 Februari 2017. Salinan gambar itu ditanyakan ke ProFauna dan dipastikan itu owa.

    Baca juga: Indonesia Rugi Rp 9 Triliun Akibat Perdagangan Satwa Liar

    Einda mengatakan, sesuai aturan, tempat wisata yang berminat memelihara satwa bisa menjadi lembaga konservasi atas seizin Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam. Tanpa izin tersebut, termasuk jenis satwanya, sejumlah tempat wisata terbukti melanggar aturan karena mengkoleksi satwa yang dilindungi. “Kami berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan jelas. Ini terkait kasus perdagangan satwa,” ujar Rinda.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.