Wahid Foundation: Waspadai Perekrutan Teroris di Penjara

Reporter

Petugas melakukan olah TKP saat penggeledahan rumah terduga teroris di Desa Tani Mulia, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, 25 Desember 2016. Tiga rumah di tiga lokasi terduga teroris di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah digeledah petugas kepolisian. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CODepok - Pemerintah harus mengantisipasi indoktrinasi paham teroris yang dilakukan di dalam penjara. Wahid Foundation menemukan bahwa saat ini tren perekrutan teroris justru terjadi di balik jeruji besi.

"Ruang sosial antara tahanan teroris dan kriminal lainnya menjadi satu. Di sana ada kesempatan dan terjadi indoktrinasi paham teroris," kata Direktur Wahid Foundation Zanuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid di talk show “Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 16 Februari 2017.

Menurut Yenny, indoktrinasi paham teroris diberikan saat tahanan teroris beristirahat dan berinteraksi dengan pelaku tindak kriminal lainnya. Dari sana, kata dia, akan ada ceramah dan diskusi agama, yang berlabuh pada upaya indoktrinasi paham teroris.

Bahkan, Lapas Nusa Kambangan, Jawa Tengah, tak luput dari indoktrinasi dan perekrutan paham teroris. Terbukti, kata Yenny, tahanan teroris Maman Abdurahmah di sana bisa leluasa menyebar tulisan dan rekaman ceramahnya di blognya dari dalam penjara. "Pengikutnya bisa mengakses. Dari dalam penjara saja mudah menyebarkan, apalagi yang di luar untuk mencari literaturnya."

Baca:
Hasil Survei, Orang Indonesia Paling Intoleran dengan LGBT
Menteri Dalam Negeri Yakin MA Tak Akan Keluarkan Fatwa Soal Status Ahok

Selain itu, tersangka bom Thamrin tahun lalu pernah ditangkap dengan kasus yang sama dan dihukum 3,5 tahun penjara. Namun, begitu dia keluar, bukannya tobat, dia justru terlibat pengeboman di kawasan Thamrin, Jakarta. Yang lebih parah, kata Yenny, ada paham dari dalam penjara yang mengajarkan boleh mencuri asal uangnya untuk berjihad. 

Korban indoktrinasi tersebut diminta mencuri sepeda motor setiap Jumat. Bahkan, jaringan teroris tersebut telah mencuri 300 sepeda motor, yang duitnya untuk membiayai kegiatan radikalnya. "Semua itu, mereka mempelajarinya di dalam penjara," ucap Yenny. Selain itu, ada juga hacker yang bisa membobol duit dari bank luar untuk membiayai aksi teror mereka.

Yenny mengatakan yang perlu diwaspadai adalah jaringan ISIS yang telah berani melakukan perekrutan terbuka. Berbeda dengan Jamaah Islamiyah, yang perekrutannya tertutup. "Kalau Jamaah Islamiyah biasanya dari keluarga NII (Negra Islam Indonesia) yang menyimpan sejarah ingin membikin negara Islam di Indonesia."

Baca:
Adik Ipar Terkait Suap Pajak, Jokowi: Diproses Hukum Saja
Ini Syarat Demokrat Mau Berkoalisi dengan Anies-Sandi

ISIS, menurut Yenny, juga merekrut siapa saja dan kemampuan seadanya. "Teroris ISIS lebih nekat dan kurang terorganisasi. Sedangkan yang dari Jamaah Islamiyah mempunyai kemampuan seperti tentara dan dilatih di Afganistan," ujarnya.

Adapun perbedaan jaringan kedua sel teroris itu dari dampaknya. Jamaah Islamiyah bisa menimbulkan kerusakan yang masif seperti Bom Bali. Sementara ISIS cuma menteror, seperti pembacokan "Bisa diibaratkan teroris Jamaah Islamiyah tentara terlatih, dan ISIS seperti banser tapi bisa menyerang siapa saja," kata Yenny.

IMAM HAMDI






Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

9 hari lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Bolehkah Mantan Napi Koruptor Ikut Pileg 2024? Begini Aturannya

23 hari lalu

Bolehkah Mantan Napi Koruptor Ikut Pileg 2024? Begini Aturannya

Pendaftaran Caleg bakal dibuka 1 - 14 Mei 2023. Bolehkah eks napi koruptor mendaftar sebagai Caleg di Pileg 2024?


23 Napi Koruptor Ramai-ramai Bebas Bersyarat, Apa Syaratnya?

25 hari lalu

23 Napi Koruptor Ramai-ramai Bebas Bersyarat, Apa Syaratnya?

Sepanjang September 2022, sebanyak 23 napi koruptor telah bebas bersyarat. Begini syarat narapidana mendapat pembebasan bersyarat.


Pinangki Sirna Malasari Pagi-pagi Lapor Diri, Penjaga Bapas Belum Tahu, Pejabat Bilang Pukul 07.30

27 hari lalu

Pinangki Sirna Malasari Pagi-pagi Lapor Diri, Penjaga Bapas Belum Tahu, Pejabat Bilang Pukul 07.30

Pinangki Sirna Malasari telah melapor ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Selatan tadi pagi.


Ratu Atut Chosiyah Keluar Penjara, Apa Itu Remisi?

28 hari lalu

Ratu Atut Chosiyah Keluar Penjara, Apa Itu Remisi?

Ratu Atut menjadi salah satu koruptor yang mendapat remisi HUT RI ke-77


Bebas Bersyarat Terbagi 2 Golongan, Apa Saja?

28 hari lalu

Bebas Bersyarat Terbagi 2 Golongan, Apa Saja?

Mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari bebas bersyarat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang


Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

41 hari lalu

Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

Psikolog mengatakan anak yang terlibat kasus hukum perlu dilindungi karena secara psikologis masih rentan dan belum matang.


1.028 Tahanan Terima Remisi Hari Anak Nasional 2022

23 Juli 2022

1.028 Tahanan Terima Remisi Hari Anak Nasional 2022

Sebanyak 30 anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak langsung bebas setelah mendapatkan remisi Hari Anak Nasional


Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

3 Juli 2022

Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

Berita kriminalitas, maupun upaya memerangi kejahatan di Jabodetabek menjadi berita 3 Top Metro. Mulai dari polisi gadungan hingga eks pelaku tawuran.


Polda Metro Jaya Pastikan Sandal Isi Kabel di Lapas Wanita Tangerang Bukan Bom

30 Juni 2022

Polda Metro Jaya Pastikan Sandal Isi Kabel di Lapas Wanita Tangerang Bukan Bom

Laki-laki pembawa sandal yang sempat diduga bom itu tetap menjalani proses pemeriksaan di Polres Metro Tangerang Kota.