Pilkada Serentak 2017, Polri: Patut Disyukuri Aman dan Lancar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memberikan keterangan pada media, setelah menjenguk korban selamat perampokan di Pulomas yang dirawat di RS Kartika, Jakarta. 31 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memberikan keterangan pada media, setelah menjenguk korban selamat perampokan di Pulomas yang dirawat di RS Kartika, Jakarta. 31 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menilai, secara umum, penyelenggaraan pilkada serentak 2017 berjalan dengan baik. “Patut disyukuri umumnya dari hasil pemantauan berjalan aman dan lancar, semua tahapan dilaksanakan dengan baik,” kata Boy di Mabes Polri, Kamis, 16 Februari 2017.

    Menurut Boy, aman dan lancarnya pilkada tahun ini bisa tercapai lantaran semangat bersama antara petugas penyelenggara pemilu, pengawas, soliditas TNI dan Polri, hingga tingkat pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS). Boy menilai, personel TNI dan Polri menjadi faktor pendukung tegaknya keamanan dan perdamaian pilkada.

    Simak:
    Pilkada Serentak, Netizen Meledak Praktek Serangan Fajar

    Boy menceritakan, ada beberapa masalah yang sempat mengganggu proses pemungutan suara. Misalnya keterlambatan logistik pemilu karena faktor cuaca. Ada pula faktor pengganggu yang dialami petugas dalam mengawal logistik pemilu. 

    Dia mencontohkan, di daerah Puncak Jaya, Papua, tim pengawal dari satuan Brigade Mobil sempat mendapat gangguan dari kelompok tidak dikenal. “Mereka menyerang tapi berhasil diamankan,” kata Boy. Juga di daerah Aceh dan Gorontalo, tapi gangguan itu dapat dikendalikan. 

    Pilkada serentak diikuti 101 daerah, terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Boy menambahkan, pilkada serentak 2017 menunjukkan kualitas masyarakat yang semakin demokratis. Partisipasi pemilih juga semakin dewasa dengan indikator kekerasan yang bisa dimininalkan. 

    Boy mencontohkan di wilayah Aceh yang dinilai sering terjadi konflik pilkada. Pilkada di daerah tersebut relatif kondusif. “Partai Aceh dan Partai Nasional sudah berbaur menyatu dalam demokrasi,” katanya. Kondisi tersebut sebagai bentuk peleburan dua kelompok yang mewujudkan semakin bervariasinya pilihan tanpa ada dominasi partai tertentu. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.