Hujan-Hujanan, Menteri Belanda Kelilingi Candi Borobudur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker (kedua dari kanan) mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu 15 Februari 2017. (dok. Rurry/TWC Borobudur)

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker (kedua dari kanan) mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu 15 Februari 2017. (dok. Rurry/TWC Borobudur)

    TEMPO.CO, Magelang - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu 15 Februari 2017.

    Baca : Lombok Makin Potensial, Garuda Genjot Rute Penerbangan

    Rombongan Menteri Pendidikan Belanda tersebut tiba di Candi Borobudur sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung menaiki Candi Borobudur. Meskipun kondisi hujan, Menteri Bussemaker terlihat bersemangat untuk menaiki dan mengelilingi Candi Borobudur.

    Baca : Penipu Berkedok Investasi Divonis 2,5 Tahun Penjara

    Menteri Bussemaker yang berada di Candi Borobudur sekitar satu jam itu, bahkan menaiki candi hingga stupa induk.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Chrisnamurti Adiningrum memberikan suvenir berupa buku berjudul "Borobudur Majestic, Mysterious and Magnificent" kepada Menteri Bussemaker.

    Chrisnamurti berharap kunjungan tersebut memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan dan pariwisata di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dengan Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata.

    Sebelum menaiki Candi Borobudur, rombongan Bussemaker menyaksikan Laboratorium Balai Konservasi Borobudur yang berada satu kompleks dengan Candi Borobudur.

    Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo dalam penjelasannya mengatakan pemeliharaan Candi Borobudur saat ini tanpa menggunakan bahan kimia karena dikhawatirkan dapat merusak batuan candi.

    "Sejak tahun 2000, kami diimbau UNESCO untuk tidak menggunakan bahan kimia. Oleh karena itu, kami mulai menggunakan konsep berbahan ramah lingkungan," katanya.

    Ia menuturkan pihaknya terus melakukan kajian-kajian intensif bahan alami seperti penggunaan minyak serei untuk menghambat pertumbuhan lumut pada bebatuan candi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.