Dituding Menghina Pecalang Bali, Ini Komentar Munarman FPI  

Reporter

Munarman. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Denpasar - Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan pecalang pada Selasa, 14 Februari 2017. Munarman tiba di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Bali pada pukul 09.30 Wita. Ia selesai menjalani pemeriksaan pada pukul 12.20 Wita.

Munarman tampak tenang ketika berhadapan dengan awak media. "Saya sebagai warga negara mematuhi prosedur yang ada. Saya datang ke Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan," katanya, Selasa, 14 Februari 2017.

Dalam kesempatan itu, Munarman menjelaskan, dia tidak bermaksud menyebarkan atau melakukan tindakan permusuhan atau penyebaran informasi yang terkait dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). "Sudah saya jelaskan dalam berita acara pemeriksaan, tidak ada maksud untuk itu," ucapnya.

Baca juga:
Dana Kampanye Ahmad Dhani 2,4 M, Calon Lain Ada yang 40 Juta

Hak Angket Ahok Bergulir di DPR, Mendagri Temui MA Hari Ini

Munarman menuturkan kedatangannya ke kantor sebuah media di Jakarta saat itu bukan bertujuan menyeret permusuhan kepada pihak atau kelompok lain dengan menyebar informasi kebencian. Munarman meminta media tersebut bersikap proporsional, profesional, dan adil. "Itu konteksnya yang perlu saya tegaskan," katanya.

Setelah hampir dua menit berbicara di hadapan awak media, Munarman langsung bergegas menuju area parkir. Ia masuk mobil Nissan X-Trail putih bernomor polisi DK-947-FV. Ia berujar, seusai pemeriksaan kali ini, dia tidak menginap lagi di Bali. "Saya enggak menginap. Hari ini saya pulang (ke Jakarta)," ucapnya.

Adapun Munarman dilaporkan ke Polda Bali pada Senin, 16 Januari 2017, terkait dengan ucapannya dalam video yang diunggah di YouTube berdurasi 1.24.19 pada 16 Juni 2016. Dalam video tersebut, Munarman membuat tuduhan sepihak bahwa pecalang (petugas keamanan adat di Bali) melempari rumah penduduk dan melarang umat Islam melaksanakan salat Jumat.

Juru bicara FPI itu diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 6 tahun penjara.

BRAM SETIAWAN

Simak juga: Sebelum Coblos Pilkada, Ini Pesan Pengasuh Pondok Lirboyo







Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

7 hari lalu

Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

Massa Aksi Bela Rakyat yang menolak kenaikan harga BBM hendak menerobos barikade untuk menuju ke Istana.


Emak-emak Gabung Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik: Uang Dapur Ditekan untuk Pos Lain

7 hari lalu

Emak-emak Gabung Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik: Uang Dapur Ditekan untuk Pos Lain

Sekelompok emak-emak gabung Aksi Bela Rakyat menolak kenaikan harga BBM. Mereka datang sambil membawa alat masak.


FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

7 hari lalu

FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

FPI dan PA 212 menggelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok.


Diduga Hina Istri Robby Shine, Billy Syahputra Dilaporkan ke Polisi

7 hari lalu

Diduga Hina Istri Robby Shine, Billy Syahputra Dilaporkan ke Polisi

Billy Syahputra diduga telah melontarkan kata-kata kasar berulang kali kepada istri Robby Shine saat syuting program televisi.


Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

8 hari lalu

Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

Anggota Kejaksaan Negeri Kota Depok mewakili Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) melaporkan Alvin Lim ke Mapolres Metro Depok.


Deretan Pertimbangan Hakim Vonis Lepas Penembakan Laskar FPI

15 hari lalu

Deretan Pertimbangan Hakim Vonis Lepas Penembakan Laskar FPI

Dua polisi penembak laskar Front Pembela Islam (FPI), Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, divonis lepas oleh majelis hakim P .


Lika-liku Kronologi Peristiwa KM 50: Kejar-kejaran hingga Vonis Bebas Terdakwa

15 hari lalu

Lika-liku Kronologi Peristiwa KM 50: Kejar-kejaran hingga Vonis Bebas Terdakwa

Sebelum dinyatakan tewas, 6 anggota FPI diduga sempat terlibat kejar-kejaran dengan pihak kepolisian dalam peristiwa Kilometer 50 atau KM 50.


Sempat Ditangani Ferdy Sambo, Ini Kesamaan Kasus KM 50 dan Brigadir J

15 hari lalu

Sempat Ditangani Ferdy Sambo, Ini Kesamaan Kasus KM 50 dan Brigadir J

Kasus Brigadir J dan KM 50 yang pernah ditangani Ferdy Sambo dinilai memiliki kesamaan berupa rekayasa baku tembak oleh aparat kepolisian.


Tempo Tayangkan Film Dokumenter Kilometer 50, Ini 3 Fakta Seputar Peristiwa KM 50

15 hari lalu

Tempo Tayangkan Film Dokumenter Kilometer 50, Ini 3 Fakta Seputar Peristiwa KM 50

Tempo meluncurkan film dokumenter Kilometer 50 tentang penembakan 6 anggota FPI oleh aparat kepolisian. Berikut 3 fakta peristiwa tersebut.


Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

16 hari lalu

Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

Film dokumenter Kilometer 50 mengangkat peristiwa penembakan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Menguak cerita lain.