Titik Panas Mulai Ditemukan di Kalimantan Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran hutan di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan merupakan peristiwa yang selalu terjadi setiap tahun, pada akhir musim hujan, selama 18 tahun terakhir. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Kebakaran hutan di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan merupakan peristiwa yang selalu terjadi setiap tahun, pada akhir musim hujan, selama 18 tahun terakhir. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit Kotawaringin Timur menyebutkan sejumlah hotspot atau titik panas mulai ditemukan di Kalimantan Tengah dalam dua hari terakhir.

    "Hari kemarin Minggu memang ditemukan sejumlah kebakaran hutan dan lahan di Kalteng namun pihak kabupaten dan kota sigap untuk melakukan pemadaman. Namun untuk hari ini Senin kita belum mendapatkan laporan daerah mana saja yang terbakar," ujar Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah Syahril Tarigan, Senin, 18 Februari 2017.

    Berdasarkan data BMKG, pada 12 Februari 2017 ditemukan 9 titik panas dan hari ini ditemukan 2 titik panas yang disertai dengan kebakaran hutan dan lahan. Pada Ahad lalu, titik panas tercatat di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 5, di Katingan 1, Kotawaringin Timur 1, Murung Raya 1, dan Kota Palangkaraya 1 titik. Sementara untuk Senin ditemukan titik panas di Kotawaringin Timur dan Katingan.

    Menurut Syahril, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terjadi karena dalam sepekan terakhir tidak ada hujan. "Namun untuk hari ini ada hujan tadi sebentar dan mudah-mudahan hujan ini merata sehingga lahan yang kering bisa basah dan sukar untuk terbakar," katanya.

    Syahril mengatakan pihaknya bersama pemerintah kabupaten dan kota tetap siaga terhadap kebakaran hutan dan lahan. Februari masih termasuk musim hujan dan puncaknya antara Maret dan April.

    Menurut Syahril, kendati masih musim hujan, Kalimantan Tengah jarang diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, dia tetap siaga dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

    "Untuk penegakan hukum yakni pelaku dan apa motif melakukan pembakaran hutan dan lahan akan kami serahkan kepada pihak kepolisian," katanya.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.