Marak isu SARA dan Hoax, Alumni Santri Lirboyo Istigasah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri belajar bersama di sebuah lapangan dalam bulan Suci Raadan di Pondok Pesantren Lirboyo selama bulan suci Ramadhan di Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 2016. Pesantren Lirboyo terkenal sebagai salah satu pesantren tradisional terbesar di Indonesia. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Sejumlah santri belajar bersama di sebuah lapangan dalam bulan Suci Raadan di Pondok Pesantren Lirboyo selama bulan suci Ramadhan di Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 2016. Pesantren Lirboyo terkenal sebagai salah satu pesantren tradisional terbesar di Indonesia. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Kediri - Seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri diinstruksikan melakukan istigasah di daerah masing-masing untuk meredam gejolak politik perpecahan umat yang mengancam bangsa Indonesia.

    Sekretaris Pengurus Pusat Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kiai Athoillah Sholahuddin Anwar mengatakan instruksi kepada seluruh santri dan alumni santri Lirboyo untuk melakukan istigasah ini dikeluarkan beberapa hari lalu. “Ini untuk menanggapi pertanyaan masyarakat dan wali santri atas kondisi bangsa yang kian memprihatinkan,” kata Gus Atok, panggilan Kiai Athoillah, kepada Tempo, Senin, 13 Februari 2017.

    Baca juga:
    Jabatan Gubernur DKI: Ini Gaji, Fasilitas, dan Tantangannya
    Eks Presiden Peru Diburu, yang Beri Info Dapat Rp 399,6 Juta

    Gus Atok menambahkan, situasi politik yang terjadi saat ini telah merembet ke berbagai ranah kehidupan masyarakat dan memicu konflik horizontal yang luar biasa. Selain pemberitaan media massa yang gencar, konflik sesungguhnya yang mengarah SARA juga terpantau dari perang di media sosial. Banyaknya informasi bohong atau hoax yang berkelindan di antara caci maki memperparah kebingungan umat yang tak cukup memiliki pengetahuan kuat.

    Akibatnya, tak sedikit dari wali santri ataupun masyarakat di sekitar pondok yang menanyakan kebenaran informasi atau berita itu kepada pengurus pondok Lirboyo. Hingga kemudian pengurus pusat Himasal menginstruksikan seluruh santri dan alumni yang tersebar di seluruh pelosok tanah air melakukan istigasah di daerah masing-masing. “Tujuannya untuk mendinginkan suasana dan meredam konflik,” kata Gus Atok.

    Bagi alumni santri yang telah menjadi ulama dan tokoh masyarakat diimbau melakukan istigasah dengan melibatkan warga sekitar. Sehingga upaya mendinginkan suasana ini bisa berjalan serentak dari seluruh negeri, utamanya yang akan menggelar pemilihan kepala daerah. Menurut catatan pengurus Himasal, lebih dari satu juta alumni Lirboyo yang tersebar di berbagai pulau dan siap melakukan instruksi tersebut.

    Baca juga:
    Grammy Awards, Beyonce dan Adele Masih Bertarung
    Siapa Saja Kandidat Ketua Mahkamah Agung

    Pondok Pesantren Lirboyo selama ini memang kerap menjadi tumpuan informasi bagi masyarakat ataupun warga Nahdliyin saat menghadapi persoalan. Tak hanya urusan yang berkaitan dengan ibadah, seperti penentuan dimulainya ibadah puasa dan hari raya, berbagai persoalan sehari-hari kerap ditanyakan kepada pengasuh pondok. Karena itu, tak sedikit materi pertanyaan tersebut yang dibawa dalam forum rembuk atau diskusi santri yang dikemas dalam kegiatan Bahtsul Masail.

    Sejumlah santri mendengarkan guru yang sedang menjelaskan pelajaran di pesantren Lirboyo, 9 Juni 2016.

    Kiai Abdul Muid, pengasuh Pondok Lirboyo yang aktif dalam forum Bahstul Masail, mengatakan forum tersebut kerap mengangkat isu atau persoalan yang sedang hangat terjadi di masyarakat. Dalam kajian itu para peserta diskusi akan meninjau dari berbagai aspek dan rujukan kitab. “Persoalan itu kami ambil dari kehidupan masyarakat di dalam dan luar pondok,” kata Gus Muid.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.