Menteri Agama: Dunia Maya Sedang Dilanda Penyakit Hati

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) menunjukkan buku Ensiklopedia Pemuka Agama Nusantara yang diluncurkan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 19 Desember 2016. Kementerian Agama resmi meluncurkan terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa daerah. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dunia maya saat ini tengah dilanda penyakit hati. Menurut dia, sampah informasi bertebaran secara masif tanpa melalui verifikasi dan konfirmasi. "Hoax, sas-sus, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Informasi sumir yang sudah usang datang silih berganti," kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Februari 2017.

Lukman berujar, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada akhir 2016, terdapat sedikitnya 800 situs yang diduga menjadi produsen berita hoax, berita palsu, dan juga ujaran kebencian. "Tersebar melalui Facebook, Twitter, hingga grup-grup Whatsapp, virus itu langsung menyerang otak mengoyak nalar insani. Bila terpapar virus ini, orang akan mengalami skizofrenia informasi yang berujung lunturnya nurani, akal, dan budi," ujarnya.

Padahal, menurut Lukman, akal dan budi dapat menentukan apakah seseorang mampu tegak atau malah terjerembab dalam kemudaratan. Karena itu, kata dia, penyakit hati sering disebut sebagai biang masalah. "Orang cerdas jadi nampak beringas, orang berilmu terjebak saling berseteru, dan orang berbudi dicaci-maki. Jempol tangan bergerak tanpa kendali," tuturnya.

Sayangnya, Lukman mengatakan, kondisi tersebut terjadi tanpa disadari. Menurut salah satu tokoh sufi, Imam Al Ghazali, penyakit hati ibarat belang di wajah seseorang yang tidak memiliki cermin. "Jika diberi tahu orang lain pun, mungkin ia tak mempercayainya. Pada suasana batin tertentu, kebenaran tak lagi jadi penentu. Segala alasan dicari untuk membenarkan tindakan yang telanjur salah."

Lukman menegaskan, seluruh masyarakat Indonesia sebenarnya bersaudara. "Jika salah satunya sakit, yang lain turut merasakannya. Karena itu, marilah berlatih empati agar selalu ingat pada keadilan ilahi. Sesama saudara, janganlah mencaci jika tak ingin dibenci. Jangan pula memfitnah karena bakal terkena tulah. Bersikaplah bijak agar sadar dimana tempat berpijak," katanya.

Di zaman digital seperti sekarang, menurut Lukman, masyarakat dihadapkan pada persaingan global. Jika ingin menjadi bangsa yang handal, masyarakat perlu mengoptimalkan kualitas diri. "Jadikan air bah informasi sebagai modal produktif menuju level lebih tinggi. Janganlah puas hanya menjadi generasi pemangsa berita bohong, penyantap kabar burung, atau penikmat konten negatif lainnya."

Lukman berujar, di era kebebasan berpendapat dan bermedia saat ini, empati perlu dikedepankan. Masyarakat harus menjaga kata-kata agar tidak melukai hati orang lain. "Aksi menebar kabar hoax bukanlah sedekah yang berpahala. Sebaliknya, itu menabur benih keburukan yang akan kembali pada diri kita semua. Kegemaran copy-paste tidaklah terpuji karena bisa mematikan kreativitas kita," ujarnya,

Di sisi lain, Lukman menyatakan, memanipulasi pesan dan mendistorsi informasi untuk memantik emosi merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Berkomentar di media sosial tanpa memperhitungkan dampaknya, menurut dia, harus dihindari. "Melatih empati dengan berpikir bahwa orang lain bisa terluka karena kalimat kita di ranah maya sama artinya melatih diri untuk menjaga hati," tuturnya.

ANGELINA ANJAR SAWITRI






Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

11 hari lalu

Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa sosok Azyumardi Azra adalah ilmuwan tulen yang tak tergoda politik praktis.


Mau Pemilu, Brasil Cemaskan Fitur Baru WhatsApp Ini

30 Juli 2022

Mau Pemilu, Brasil Cemaskan Fitur Baru WhatsApp Ini

Juru bicara WhatsApp mengatakan mereka akan terus mengevaluasi kapan waktu terbaik untuk meluncurkan fitur tersebut di Brasil.


Waspada Hoax Surat Kenaikan Tarif Transfer

29 Juli 2022

Waspada Hoax Surat Kenaikan Tarif Transfer

Pelaku kejahatan siber berupaya dengan berbagai cara mencari kelemahan calon korban. Ada yang melalui iklan palsu di media sosial hingga yang terbaru surat kenaikan tarif transfer antar bank.


Terkini Bisnis: Zulhas Pertimbangkan Cabut DMO, Hoax Lowongan Kerja PGN

22 Juli 2022

Terkini Bisnis: Zulhas Pertimbangkan Cabut DMO, Hoax Lowongan Kerja PGN

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Jumat siang, 22 Juli 2022 antara lain Mendag Zulkifli Hasan yang tengah mempertimbangkan mencabut DMO CPO.


Kata BMKG Soal Tweet 'Tsunami Tropi buat King EMYU'

22 Juli 2022

Kata BMKG Soal Tweet 'Tsunami Tropi buat King EMYU'

BMKG menyatakan sudah menindaklanjuti unggahan semacam meme soal 'Tsunami Tropi buat King EMYU' yang menggunakan akun BMKG.


Lowongan Kerja di PGN Hoax, Pelamar Diimbau Mengecek di Situs Resmi

22 Juli 2022

Lowongan Kerja di PGN Hoax, Pelamar Diimbau Mengecek di Situs Resmi

Kepala Divisi Corporate Communication PT PGN Tbk, Krisdyan Widagdo Adhi menyatakan informasi lowongan kerja ada di situs resmi.


Hoax Lowongan Kerja di Perusahaan Gas Negara untuk Berbagai Posisi

21 Juli 2022

Hoax Lowongan Kerja di Perusahaan Gas Negara untuk Berbagai Posisi

Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menyatakan kepada seluruh pelamar agar berhati-hati kepada penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan PGN.


Hoax Tol Becakayu Ambruk, Bina Marga Bekasi: Pemasangan Girder Box Kereta Cepat

14 Juni 2022

Hoax Tol Becakayu Ambruk, Bina Marga Bekasi: Pemasangan Girder Box Kereta Cepat

Dinas Bina Marga Kota Bekasi memastikan Tol Becakayu dalam kondisi baik, sementara proyek di video viral adalah pemasangan girder box kereta cepat.


Kemenag Siapkan Modul Guru agar Tahan Banting dan Kebal Hoax

13 Juni 2022

Kemenag Siapkan Modul Guru agar Tahan Banting dan Kebal Hoax

Modul tersebut diharapkan Kemenag menjadi petunjuk bagi guru madrasah agar tahan banting dalam situasi apa pun dan kebal hoax.


Ramalan Gempa M6,0 di Mamuju Pukul 23-03, BMKG: Nihil dan Hoax

11 Juni 2022

Ramalan Gempa M6,0 di Mamuju Pukul 23-03, BMKG: Nihil dan Hoax

BMKG meminta jika masih dalam ranah riset, maka penelitinya harus bisa menahan diri untuk tidak mempublikasikan ramalan gempa.