Gelar Dies Natalis, Ini Alasan Demokrat Tak Undang Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat menggelar dies natalis yang ke-15, Selasa, 7 Februari 2017. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, ini mengundang para pengurus Partai Demokrat dari tingkat daerah hingga pusat. Selain itu, Demokrat mengundang para pemimpin media massa sebagai tamu spesial.

    BACA JUGA:
    Massa yang Geruduk Rumah SBY Pesanan Istana?
    SBY Keluhkan Hoax, Jokowi: Jangan banyak Keluhan

    "Bagi kami media itu penting sekali. Ia adalah pemilik panggung dan politisi penarinya," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di lokasi. "Tidak ada penari hebat kalau tak ada panggung, dan tidak ada panggung hebat kalau tidak ada penari," ujarnya.

    Alasan mengundang para pemimpin media ini, kata Hinca, sekaligus memperingati hari pers yang akan jatuh pada 9 Februari mendatang.

    Meski mengundang para pemimpin media massa, Demokrat tidak mengundang Presiden Joko Widodo. Padahal, pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo belakangan ini dinantikan.

    Menurut Hinca, momen ini tidak tepat bila dijadikan pula sebagai ajang pertemuan antara Presiden Jokowi dan SBY. Pertemuan yang layak antar-keduanya setidaknya dilakukan secara empat mata. "Agar bisa menceritakan semuanya. Tidak mungkin pertemuan itu di (tempat) seperti ini," tuturnya.

    Hinca berujar partainya tidak ingin pertemuan antara SBY dan Jokowi sekadar pencitraan. "Tapi betul-betul dua pemimpin ini bertemu membicarakan masalah bangsa,"

    Bila nanti keduanya akan berjumpa, pertemuan itu harus dengan waktu yang cukup rileks agar dapat saling memberikan pengalaman.

    Panitia Jambore Mahasiswa Akui Datang ke Rumah SBY

    Dalam acara ini tampak kehadiran para pengurus DPP Partai Demokrat, para anggota Fraksi Demokrat di DPR dan DPRD di seluruh Indonesia. Selain itu, datang pula pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, serta beberapa pasangan calon kepala daerah lainnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.