Menteri Dalam Negeri: Sekitar Setengah Juta Ormas Tak Terdaftar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 19 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 19 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan lebih dari 500 ribu organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak terdaftar. Jumlah itu lebih banyak daripada ormas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri yang mencapai 300 ribu lembaga.

    “Ormas kita yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Hukum dan HAM sebanyak 302.326. Sedangkan yang tak terdaftar lebih dari 500 ribu ormas,” ucap Tjahjo di sela acara Musyawarah Rencana Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2018 di Semarang, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca:
    Antisipasi ISIS BNPT Desak Revisi Aturan Ormas
    Diduga Menghina Pecalang, Munarman FPI Jadi Tersangka

    Tjahjo menjelaskan, ormas yang terdaftar dan tidak terdaftar mencapai 800 ribu. Jumlah itu belum termasuk ormas yang kepengurusannya ganda. “Ikut-ikutan parpol yang ada dua ketua umumnya. Ini problem,” ujar Tjahjo.

    Menurut dia, Presiden Joko Widodo baru membuat peraturan pemerintah yang mengatur keberadaan ormas pada Desember 2016. Keberadaan PP itu sebagai turunan Undang-Undang Ormas untuk memperketat ormas.

    Tjahjo menjelaskan, dalam aturan itu, warga negara berhak berkumpul berserikat, tapi dibuat selektif. Ia menegaskan, keberadaan ormas yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dilarang. Selain itu, aliran sesat juga dilarang.

    “Apalagi yang berkaitan dengan PKI, itu prinsip dilarang,” tuturnya.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?