Terus Naik, Harga Cabai Rawit di Bandung Tembus Rp 160 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Bandung diperdagangkan dengan harga sekitar Rp 150–160 ribu per kilogram. “Itu peningkatan fantastis,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Februari 2017. Harga tersebut sudah tiga-empat kali lipat harga normalnya, yang sekitar Rp 38–40 ribu per kilogram.

    Harga cabai rawit merah tertinggi ada di Pasar Kosambi. Sedangkan di pasar-pasar lainnya, harganya sekitar Rp 152 ribu per kilogram. Pada 23 Januari 2017, harganya Rp 115 ribu per kilogram. Di akhir Januari menjadi Rp 138 ribu per kilogram dan melonjak hingga Rp 152 ribu per kilogram pada hari ini.

    Baca:
    Harga Cabai Melonjak, Menteri Amran: Kita Terlalu ...
    Pasokan Berkurang, Harga Cabai Kembali Melambung

    Sedangkan harga cabai rawit hijau sempat turun. Pada 30 Januari 2017, harganya Rp 79 ribu per kilogram. Tapi hari ini melonjak kembali menjadi Rp 94–100 ribu.

    Hening mengatakan harga kedua jenis cabai rawit ini masih terus berfluktuasi karena pasokannya belum normal. “Hortikultura tergantung dari bagaimana situasi alam hari ini.”

    Baca juga: Malang Tambah 1.300 Hektare Lahan Cabai Rawit

    Dia membantah dugaan adanya permainan pelaku pasar yang mendongkrak harga cabai rawit. Menurut Hening, pasokan cabai rawit di pasar saat ini merupakan sisa panen petani dari penanaman cabai tiga bulan lalu. Pengiriman pasokan cabai dari luar daerah juga terhambat panen tak menentu karena hujan serta biaya logistik pengiriman dari daerah sentra produksi untuk pasokan dari luar Jawa. “Pasokan tetap masih menjadi masalah,” katanya.

    Untuk menekan harga cabai hingga Rp 100 ribu, dibutuhkan pasokan cabai rawit yang relatif besar meski harga itu pun masih jauh di atas harga normal. “Kalau pasokan belum bisa teratasi pada bulan ini, harganya bisa terus naik.”

    Dia berharap harga cabai rawit bisa turun mengikuti berakhirnya musim hujan. Diharapkan, pada Mei, atau saat Ramadan, harga cabai sudah tidak jadi masalah karena stok cukup.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha membenarkan kenaikan harga cabai di pasar tradisional terjadi karena terbatasnya pasokan. “Petani merasa untung dengan harga sekarang,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Februari 2017.

    Petani saat ini hanya memenuhi sekitar 20 persen dari pasokan normalnya. Di tingkat petani, harga cabai rawit merah sekitar Rp 70 ribu dan cabai rawit hijau Rp 50 ribu per kilogram. “Karena pasokan kurang, harga di pasar naik.”

    Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat dan Balai Penelitian Tanaman Pangan tengah menyiapkan bibit cabai untuk dibagikan kepada warga. Budi daya tanaman cabai di halaman rumah warga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Minimal mengurangi permintaan.”

    Doddy memperkirakan pasokan cabai kembali normal mengikuti redanya musim hujan. Sedikitnya perlu dua kali masa tanam untuk memulihkan pasokan hingga harga cabai kembali normal.

    AHMAD FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.