SBY Curhat Via Twitter: Mulai Munir, Hoax, sampai 'Digruduk'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Twitter Presiden SBY. Twitter.com/SBYudhoyono

    Twitter Presiden SBY. Twitter.com/SBYudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono beberapa kali mengeluh lewat akun resmi Twitternya, @SBYudhoyono. Senin, 6 Februari 2017, SBY menulis via Twitter soal rumahnya yang 'digeruduk' massa.

    Baca juga: Rumah Digrudug Ratusan Orang, SBY Curhat di Twitter

    "Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," cuit SBY sekitar pukul 15.05 WIB, Senin.

    Selain soal kedatangan orang di depan rumahnya, SBY menuliskan kekecewaannya karena merasa tidak mendapatkan keadilan di negaranya sendiri. "Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*" tulis SBY.

    Keluhan SBY via Twitter bukan kali pertama. Pada Oktober tahun lalu, presiden RI keenam itu juga mengeluh melalui Twitter. Ketika itu, muncul wacana SBY menyimpan dokumen asli Tim Pencari Fakta kasus kematian aktivis hak asasi manusia Munir.

    "Dua minggu terakhir ini pemberitaan media & perbincangan publik terkait hasil temuan TPF Munir amat gencar. *SBY*," tulis SBY pada 23 Oktober 2016. "Saya amati perbincangan publik ada yg berada dlm konteks, namun ada pula yg bergeser ke sana - ke mari & bernuansa politik. *SBY*

    Baca juga: Di Twitter, SBY Siapkan Penjelasan Soal Hasil TPF Munir

    Setelah kasus dokumen TPF Munir berlalu, SBY mengeluhkan berita hoax. "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*"," tulis SBY pada 19 Januari 2017.

    Tidak seberapa lama cuitan SBY itu ditanggapi presiden Joko Widodo. “Semua negara juga menghadapi (hoax). Enggak perlu banyak keluhanlah.”

    Baca juga: SBY: Ya Allah, Negara Kok Jadi Begini Juru Fitnah Berkuasa

    Cuitan SBY semakin sering mengikuti dinamika pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Pria asal Pacitan itu pada 4 Februari 2017 merasa disadap dan menjadi aktor berbagai macam aksi unjuk rasa.  "Bpk Ma'ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bpk. Kita percaya Allah Maha Adil *SBY*

    Terakhir, tadi siang 6 Februari 2017 SBY yang baru saja pindah ke rumah pemberian Negara di Kuningan tiba-tiba merasa terganggu. Sebabnya puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kediamannya.

    EVAN| TSE| PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.