Nanti Syarat Lulus SMP di Bojonegoro Bisa Renang, Kok Bisa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga dengan mengendong bayinya melintas di genangan banjir di perumahan Pacul Permai di Desa Pacul, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (3/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Seorang warga dengan mengendong bayinya melintas di genangan banjir di perumahan Pacul Permai di Desa Pacul, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (3/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan ke depannya siswa-siswi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) harus bisa renang. Selain keterampilan olahraga, Bojonegoro dikenal sebagai daerah banjir. "Ke depan syarat wajib lulus SMP, harus bisa renang," ujarnya di sela sidak banjir di Desa Semanding, Kapas, Bojonegoro, Sabtu sore, 4 Februari 2017.

    Di acara sidak di Desa Semanding, Kang Yoto, panggilan Bupati Bojonegoro, menghampiri dua siswi sebuah SMP di Bojonegoro, yaitu Devi dan Eva, yang bermain-main di genangan banjir. Dalam dialog itu, Kang Yoto, bertanya, apakah keduanya bisa berenang. Keduanya menjawab berlainan. Devi menyatakan bisa berenang, sedangkan Eva mengaku belum bisa.

    Baca juga:
    Terancam Banjir, Warga Bojonegoro Siap-siap Mengungsi
    Bengawan Solo Mulai Membeludak, Bojonegoro Bakal Banjir

    Selanjutnya, Kang Yoto meminta Devi untuk menunjukkan keterampilan renangnya. Lalu, dalam hitungan beberapa detik, Devi pun berenang beberapa meter di genangan banjir tak jauh dari rumahnya di Desa Semanding Kapas. Selesai melihat dua siswa itu berenang, Kang Yoto memberi pujian. "Hebat," ujarnya.

    Saat itu, Kang Yoto mengatakan keterampilan renang harus bisa menjadi pelajaran muatan lokal (mulok) di Bojonegoro. Nantinya akan diminta Dinas Pendidikan Bojonegoro untuk tambahan wajib pelajaran ini. Olahraga renang, lanjut dia, jika dilatih bisa menjadi andalan Bojonegoro untuk prestasi anak negeri di tingkat regional, nasional, dan seterusnya.

    Kang Yoto juga menyebut Bojonegoro dikenal dengan permukaan tanahnya yang rendah. Setidaknya jika dibandingkan dengan daerah tetangga sekitarnya seperti di Tuban, Lamongan, Ngawi, Blora, dan Nganjuk. Kemudian, 15 kecamatan di Bojonegoro dialiri sungai besar, antara lain Sungai Bengawan Solo, yang jika musim hujan terjadi banjir.

    Dikabarkan sebelumnya, banjir untuk keempat kalinya terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jumat, 3 Februari 2017. Penyebabnya, hujan deras di hulu Sungai Bengawan Solo, yang menyebabkan airnya meluap dan menggenangi permukiman penduduk di Bojonegoro dan sekitarnya.

    SUJATMIKO

    Simak:
    Kicauan SBY di Twitter Ini Undang Pro dan Kontra Netizen
    Mantan Ketua MK: Kembalikan Institusi MK yang Berwibawa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.