Dua Kali Padi Kebanjiran, Petani Bojonegoro Kelimpungan

Reporter

Tiga petani memanen tanaman padi yang terendam banjir di Desa Ngulanan, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (8/1). ANTARA/Aguk Sudarmojo

TEMPO.CO, Jakarta - Petani di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, rugi besar. Menyusul banjir yang terjadi berturut-turut pada akhir November 2016 dan awal Februari 2017 ini.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo, menggenangi ratusan hektare tanaman padi dan menyebar dibeberapa tempat. Seperti di Kecamatan Kanor, Kasiman, Kalitidu, Trucuk, Ngraho, sebagian Padangan dan Baureno, sejak 3 Februai 2017 lalu. Rata-rata usia tanaman padi, antara 20 hari hingga 35 hari atau musim tanam pertama tahun ini.

Baca juga:

Sepekan Banjir Bengawan Solo, Pengungsi Terserang Gatal
2 Orang Meninggal Akibat Banjir Bengawan Solo


Di Desa Temu Kecamatan Kanor, sedikitnya 315 hektare tanaman padi usia 20 hingga 25 hari, terendam banjir, selama dua hari ini. Banjir juga merendam desa tetangga, seperti Gedongarum, Kedungprimpen dan Pucang.

Jika dirinci, lebih dari 500 hektare terendam banjir. Penyebabnya, jebolnya tanggul di Desa Pucang dan Temu, di pinggir Sungai Bengawan Solo. ”Ya, petani disini jadi kelimpungan,” ujar Kepala Desa Temu, Sentot Pranoto pada Sabtu 4 Februari 2017.

Sentot Pranoto menyebutkan, rata-rata biaya produksi mengolah sawah cukup tinggi. Biaya sekitar Rp 6 hingga Rp 7 juta per hektare. Dengan rincian, pembelian benih padi, pupuk dan perawatan.

Dengan biaya itu, tinggal dihitung, jika banjir menggenangi puluhan hektare sawah di desanya. Padahal Desa Temu dan sekitarnya di Kecamatan Kanor, salah satu daerah lumbung padi Bojonegoro.

Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro Bambang Sutopo mengatakan, banjir kedua kalinya membuat petani jadi merugi. Apalagi, daerah bantaran Sungai Bengawan Solo, musim tanam antara satu dengan lainnya berbeda-beda.

Misalnya antara Kecamatan Kanor dengan Kecamatan Kalitidu, Gayam, Malo, berbeda. Ada musim tanam pertama, tetapi di tempat lain, saatnya panen. “Rugi kedua kalinya, banjir kali ini,” ujarnya pada Sabtu 4 Februari 2017.

Sebelumnya data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, banjir meremdan lahan padi luas sekitar 1750 hektare, yang terjadi akhir November hingga awal Desember 2016.

Banjir yang menyebar di 11 kecamatan ini, merugi sekitar Rp 7,4 miliar. Yang terparah di antaranya di Kecamatan Baureno, Kanor, Kecamatan Kota, Trucuk, Kalitidu dan Malo.

SUJATMIKO






Sebanyak 4.672 Pelajar Diliburkan Akibat Banjir

8 jam lalu

Sebanyak 4.672 Pelajar Diliburkan Akibat Banjir

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara menyebut bahwa sebanyak 4.672 pelajar di daerah itu diliburkan akibat sekolah terdampak banjir.


Setelah Hujan Sepekan, Semarang Tetapkan Status Siaga Satu

10 jam lalu

Setelah Hujan Sepekan, Semarang Tetapkan Status Siaga Satu

Seperti sebagian daerah lain di Tanah Air, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut diguyur hujan selama sepekan terakhir.


Simak Tips Aman Terobos Banjir Pakai Motor Matik

11 jam lalu

Simak Tips Aman Terobos Banjir Pakai Motor Matik

Jika ingin menerobos banjir dengan sepeda motor, pengendara harus mengetahui batas aman genangan yang dilewati.


Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

13 jam lalu

Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

Klaim asuransi akibat banjir ini tidak akan secara otomatis diberikan, kecuali pemilik kendaraan telah melakukan perluasan jaminan banjir.


Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

13 jam lalu

Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

Hujan deras pada Kamis, 6 Oktober 2022 membuat tembok roboh dan menimpa lima mobil yang terparkir di Labschool Cirendeu, Tangerang Selatan


Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

14 jam lalu

Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

Menag Yaqut mengatakan bangunan MTsN 19 Jakarta terletak lebih rendah dari badan jalan. DIa menyebut butuh arsitek khusus untuk memperbaiki bangunan.


Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

15 jam lalu

Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

Peneliti di BRIN menerangkan bahwa puncak musim hujan 2022 di Indonesia wilayah barat pada Oktober-November ini.


Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

15 jam lalu

Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Tiga orang siswa MTsN 19 Jakarta tewas akibat tertimpa tembok roboh karena banjir


Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

15 jam lalu

Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Pengamat pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menyebut pentingnya sekolah dan madrasah memulai edukasi pendidikan bencana seperti banjir.


Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

15 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menyatakan Anies Baswedan menyepelekan korban banjir dengan mengatakan indikator utama adalah tak ada korban jiwa.