Hindari Fenomena BLAST dengan Budaya Literasi  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan literasi diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan bertujuan membangkitkan minat membaca di kalangan pelajar.

    Gerakan literasi diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan bertujuan membangkitkan minat membaca di kalangan pelajar.

    INFO NASIONAL - Fenomena BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stress, Tired) berdampak terhadap permasalahan sosial, seperti kekerasan seksual dan narkoba pada usia produktif. Hal ini tentu sangat berbahaya untuk generasi penerus. Fenomena tersebut harus dicegah melalui gerakan literasi sekolah.

    “Literasi merupakan sebuah kemampuan yang ditandai dengan kebiasaan membaca,” kata Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan di hadapan pelajar saat kunjungan kerja ke SMAN 3 Cimahi, Kamis, 2 Februari 2017.

    Di Jawa Barat, gerakan literasi diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan bertujuan membangkitkan minat membaca di kalangan pelajar di sekolah. Menurut Netty, ketika seseorang suka membaca, maka orang tersebut akan mampu mengolah informasi dari bacaannya. Dari ilmu yang diperoleh, kemudian akan menghadirkan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Sebab, buku yang dibaca hari ini akan menentukan masa yang akan datang.

    Netty berharap institusi pendidikan dapat mendesain jenis pembelajaran yang dapat memberi paradigma baru kepada anak-anak. Sehingga pelajar menjadi kreatif dan mempunyai soft skill untuk membuat produk jadi. Alhasil, selain menghidupi diri sendiri, anak-anak kelak juga dapat menghidupi orang lain. “Ke depan, anak-anak kita dapat menjadi job creator (pencipta lapangan kerja), bukan job seeker (pencari kerja),” ujar Netty.

    Lebih lanjut, Netty menuturkan para pelajar merupakan masterpiece yang diciptakan Tuhan. “Maka kita harus mengidentifikasi keunikan dan keistimewaan yang dimiliki. Kesuksesan harus datang dari kecerdasan dengan melihat peluang dari potensi diri dan lingkungan kondusif yang menunjang masa depan,” tutur istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.