Jubir Istana: Pertemuan SBY dan Jokowi Hanya Soal Waktu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan presiden terpilih Joko Widodo jelang prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan presiden terpilih Joko Widodo jelang prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hanya soal waktu saja. Secara personal, ucapnya, tidak ada masalah antara Presiden dan SBY. "Hubungannya baik-baik saja," ucap Johan di gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017.

    Lantas kapan Presiden Jokowi akan bertemu dengan SBY? Johan mengatakan tidak tahu. Kendati demikian, ia menegaskan, kalau nantinya terjadi pertemuan itu maka jangan disimpulkan tengah terjadi persoalan. "Pak SBY dan Presiden Jokowi tidak ada persoalan," katanya.

    Baca: Polda Metro Bantah Pertemuan dengan Ma'ruf Amin Bahas Ahok

    Kemarin, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers. Presiden RI keenam itu menyatakan ingin sekali bertemu dan berbicara dengan Presiden Joko Widodo. Namun, keinginannya itu kandas karena, menurut SBY, dilarang oleh dua-tiga orang di sekitar Presiden Jokowi.

    Jika pertemuan itu terjadi, SBY mengatakan akan berbicara ihwal isu yang kaitannya dengan aksi damai umat Islam pada 4 November 2016, serta rencana pengeboman hingga makar. "Saya ingin klarifikasi dengan niat baik dan tujuan baik, supaya tidak menyimpan praduga perasaan enak tidak enak," ucap SBY.

    Pertanyaan seputar kapan Jokowi akan bertemu dengan SBY sudah lama bergulir. Pertama kali hal itu muncul saat Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka, November lalu. Tak lama setelah itu, secara bergiliran sejumlah ketua umum partai diundang makan oleh Jokowi di Istana.

    Bahkan mantan Presiden B.J. Habibie dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno pun sempat diajak berdiskusi dengan Jokowi. Sejauh ini, dalam konteks ketua umum partai, tinggal SBY saja yang belum menyambangi Istana Kepresidenan.

    Baca: MUI Nilai Ahok Hanya Setengah-setengah Meminta Maaf

    Lebih lanjut, Johan mengatakan ada banyak tokoh dan masyarakat yang ingin bertemu Kepala Negara. Secara administrasi, prosedur pertemuan harus melalui Sekretaris Negara. Johan menilai karena tidak ada masalah dengan Presiden Jokowi, SBY bisa saja mengajukan permintaan pertemuan tanpa harus melalui proses administrasi. "Kan bisa keduanya saling telepon," ucapnya.

    Menanggapi adanya pihak yang menghalangi rencana pertemuan, Johan berharap SBY bisa menyebut sosok itu. Sebab, kata dia, presiden tidak bisa dihalangi bila sudah memutuskan ingin menggelar pertemuan.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan tidak menutup peluang akan bertemu dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala Negara itu menyebut sudah beberapa kali disampaikan kepada awak media yang bertanya, bahwa akan mengatur pertemuan dengan SBY. "Kalau ada permintaan ya," kata Presiden di Jakarta, Kamis, 2 Februari.

    ADITYA BUDIMAN | ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.