Konstruksi Terminal Bandara Kertajati Rampung November 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bandara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ilustrasi bandara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COBandung - Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan pembangunan sisi darat Bandar Udara Kertajati di Majalengka masih berjalan sesuai jadwal.

    “November ini konstruksi selesai dan bandara bisa beroperasi pada kuartal I 2018,” katanya di sela BIJB Tourism Gathering di Bandung, Selasa, 31 Januari 2017. 

    Baca juga: Bentrok di Proyek Bandara Kertajati, Komnas HAM Turun Tangan

    Virda mengatakan konstruksi tiga paket pembangunan sisi darat Bandara Kertajati terhitung Januari ini sudah mencapai 27,3 persen. Anggaran tiga pekerjaan paket konstruksi sisi darat bandara menembus Rp 2,1 triliun. “Diperkirakan konstruksi yang tersisa senilai Rp 1,7 triliun,” ujar Virda. 

    Menurut Virda, pengerjaan paket pertama fisik bandara itu bakal rampung paling cepat. Paket pekerjaan ini terdiri atas jalan akses bandara hingga simpang susun menuju terminal. “Insya Allah Juni ini selesai, karena sampai sekarang saja sudah 60 persen,” tuturnya. 

    Simak pula: Pengukuran Tanah Runway Kertajati Akan Terus Dilakukan

    Adapun paket dua, yakni konstruksi fisik terminal bandara itu, baru mencapai 19 persen. “Terminal ini memang mepet ke 2018, targetnya memang November ini. Terminal baru 20 persenan. Kalau Maret ini konstruksi atap bisa cepat, capaiannya bisa melonjak karena pekerjaan yang tersisa tinggal interior,” ucap Virda. Begitu juga paket tiga berupa pengerjaan bangunan pendukung masih dikebut. 

    Virda mengatakan seluruh pembangunan sisi darat terminal itu menggunakan lahan yang sudah tersedia sekitar 1.000 hektare. Di atas lahan itu juga dibangun sisi udara bandara tersebut berupa runway atau landas pacu dan bangunan Air Traffic Controller (ATC). “Runway dibangun pemerintah lewat APBN, sementara ATC oleh AirNav,” katanya.

    Lihat pula: Tolak Pembangunan Bandara Kertajati, 3 Petani Jadi Tersangka

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?