Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Karanganyar dan Sragen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 antiteror menggeledah sebuah kos di Katasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kos itu dihuni oleh Khafid Fatoni, terduga teroris yang ditangkap di Ngawi, Jawa Timur. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Densus 88 antiteror menggeledah sebuah kos di Katasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kos itu dihuni oleh Khafid Fatoni, terduga teroris yang ditangkap di Ngawi, Jawa Timur. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COKaranganyar - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap warga Karanganyar dan Sragen pada Selasa, 31 Januari 2017. Belum diketahui keterlibatan dua orang tersebut dalam aksi teror.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, Densus menangkap terduga teroris berinisial SG di Jalan Adisucipto, Solo. Pria yang bekerja di perusahaan percetakan itu ditangkap tidak jauh dari tempat kerjanya.

    Baca: Firza Husein Ditangkap di Rumah Orang Tuanya

    Polisi lantas menggeledah rumahnya yang berada di Gondangrejo, Karanganyar. Petugas menemukan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar empat jam itu.

    Wakil Kepala Kepolisian Resor Karanganyar Komisaris Prawoko mengatakan penangkapan terduga teroris itu dilakukan Densus 88. Polres Karanganyar, kata dia, sebatas membantu pengamanan dan proses penggeledahan. "Informasi selanjutnya nanti dari Densus 88," katanya.

    Penangkapan SG merupakan pengembangan dari penangkapan Jum, warga Sragen, beberapa saat sebelumnya. Jum ditangkap di bengkel shock breaker miliknya yang berada di Gemolong, Sragen.

    Simak: Video Chat Diduga Firza-Rizieq, GNPF: Kami Tahu Penyebarnya

    Polisi juga menggeledah bengkel tersebut dengan disaksikan perangkat desa setempat. "Tadi ada 13 barang yang dibawa polisi," ujar Kepala Desa Kragilan Suparmin tanpa merinci barang-barang yang dimaksud.

    Menurut Suparmin, Jum bukan warga asli desa tersebut. "Dia hanya menyewa di tempat ini," tuturnya. 

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.