Daftar Tunggu Haji Subang Berkurang Dari 15 Jadi 9 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 18 September 2016. Sebanyak  445 jamaah haji haji kloter pertama asal Sumenep, Madura kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. ANTARA/Umarul Faruq

    Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 18 September 2016. Sebanyak 445 jamaah haji haji kloter pertama asal Sumenep, Madura kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Subang - Dampak penambahan kuota haji nasional berimbas positif ke seluruh daerah kabupaten dan kota di Indonesia termasuk Subang, Jawa Barat. Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji mulai tahun ini sebanyak 52.400 orang.

    "Berdasarkan hitungan kami, kuota haji Subang akan bertambah menjadi 1.300 orang," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Subang, Munawir Sulaiman, saat ditemui Tempo di kantornya, Jumat, 21 Januari 2017.

    Baca juga:

    2017, Kuota Haji Indonesia Naik 52.200
    Menteri Agama Susun Ulang Pembagian Kuota Haji

    Ia menjelaskan, perhitungan penambahan kuota haji buat suatu daerah yakni di dasarkan pada perbandingan jumlah penduduk yakni 1 berbanding 1.000 orang. Dengan rumusan itu, Subang akan memperoleh tambahan sebanyak 338 orang dari semula hanya 962 orang.

    Penambahan kuota juga berimbas pada periodesitas daftar tunggu. "Kalau sebelumnya waktu daftar tunggu calon jemaah haji Subang rata-rata 15 tahunan, kini, jadi 9-10 tahunan," ujar Manawir. Ia menyebutkan, daftar tunggu calon jemaah haji daerahnya saat ini sudah mencapai 5.500 orang.

    Munawir pun kini mengaku sibuk melakukan sosialisasi ihwal penambahan kuota haji tersebut. "Kami datang ke setiap kecamatan buat mengabarkan berita baik itu. Pada saat sama, kami juga melakukan sosialisasi ihwal persiapan yang harus dilakukan para jemaah calon haji untuk musim haji 2017," tuturnya.

    Persiapan yang harus dilakukan sejak dini oleh para calon jemaah haji yakni tentang kepemilikan paspor dan visa. Untuk pembuatan paspor, misalnya, biayanya untuk sementara dibebankan kepada para calon jemaah.

    Besaran biaya pembuatan paspor yakni Rp 350 ribu untuk satu orang. Nanti, pada saat pemberangkatan ke embarkasi Bekasi uang bekas biaya pengurusan parpor itu dibayar tunai plus penyerahan uang ganti living cost sebesar 3.500 rial atau setara dengan Rp 7 juta per orang.

    Ihwal baju seragam batik para calon jemaah haji, Munawir menyebutkan sudah ditanggung oleh setiap bank penerima setoran haji. Ada pun buat biaya transfortasi dan operasional lainnya, panitia mendapatkan bantuan dana dari Pemkab Subang sebesar Rp 700 juta.

    Mahmud, salah seorang calon jemaah haji asal Kecamatan Pabuaran, mengaku bungah atas adanya penambahan kuota haji tahun ini. Sebab, waktu daftar tunggunya yang semula 12 tahun lagi, kini, bisa dipercepat jadi sembilan tahun lagi. "Ya alhamdulillah," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.