Terima Petisi agar FPI Dibubarkan, Apa Kata Gubernur Aher?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Jumat (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Jumat (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima petisi beberapa organisasi kemasyarakatan yang menuntut Front Pembela Islam dibubarkan. Aher—sapaan akrab Ahmad Heryawan—mengatakan petisi itu diterima dan akan diserahkan kepada pemerintah pusat.

    Baca juga: Demo Tuntut FPI Dibubarkan, Anak Presiden Sukarno Orasi Ini

    “Petisi itu tentu diterima. Alamatnya ke mana, akan kami sampaikan. Kalau urusan ormas, usulan-usulan masyarakat akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Yang jelas, kami sebagai kepala daerah bersama FKPD, pangdam, dan kapolda berkomitmen menjaga Jawa Barat tetap kondusif,” ucap Aher, Kamis, 19 Januari 2017.

    Aher meminta semua pihak menjaga keharmonisan. “Di sosial media, dalam orasi, dan di mana-mana, hanya ada dua pilihan: berkata baik atau diam. Itu kunci keharmonisan, persatuan, dan perdamaian, kunci saling memahami di antara kita,” ujarnya.

    Soal sorotan aksi-aksi intoleransi yang disematkan kepada Jawa Barat, Aher menuturkan masih dalam batas yang bisa diatasi. “Saya kira toleransi di Jawa Barat bagus, enggak ada masalah. Masalah riak-riak yang ada tentu dalam batas yang bisa diatasi,” katanya.

    Massa dari beberapa ormas di Bandung berunjuk rasa menuntut FPI dibubarkan di depan halaman kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis. Mereka memaraf petisi pembubaran FPI untuk diserahkan kepada Aher. "Kami meminta pemerintah, kepolisian, dan TNI membubarkan FPI," ucap Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Fauzan saat memberikan pernyataan sikap ormas di Gedung Sate.

    Petisi yang ditandatangani belasan ormas di Jawa Barat itu diserahkan putri mantan presiden Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri, kepada Aher. Penyerahan petisi itu disaksikan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal Herindra, dan Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat Abdy Yuhana.

    Hingga berita diturunkan, juru bicara FPI Munarman belum bisa dihubungi Tempo. Munarman tidak mengangkat telepon yang dilayangkan Tempo.

    Wacana soal FPI dibubarkan sudah beberapa kali mencuat. Pada 27 Mei 2012, Rizieq Syihab yang saat itu menjadi Ketua Umum DPP FPI mengatakan kapan saja FPI akan membubarkan diri jika pemerintah melarang semua kemaksiatan.

    AHMAD FIKRI | IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?