Gubernur Riau Minta 98 TKA Ilegal Asal Cina Dideportasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kerja asing didata oleh Direktorat Reskrim Umum Polda di Kalimantan barat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah tenaga kerja asing didata oleh Direktorat Reskrim Umum Polda di Kalimantan barat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta agar kasus 98 tenaga kerja asing asal Cina, yang diduga ilegal dan tertangkap pada razia di proyek pembangkit listrik tenaga uap Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, ditangani dengan serius.

    Selasa malam, 17 Januari 2017, orang nomor satu di Riau itu dengan tegas memerintahkan agar tenaga kerja asing (TKA) yang terbukti melanggar aturan dideportasi atau dipulangkan ke negara asalnya.

    ”Semua ada ketentuan dan prosedurnya. Jika memang benar-benar terbukti melanggar izin dan harus meninggalkan Indonesia, akan dipulangkan,” ujar Andi Rachman.

    Baca juga:
    Jokowi Sebut Isu ‘Serangan’ Tenaga Kerja Cina sebagai Fitnah
    Wiranto Bantah Isu Serbuan Terstruktur Tenaga Kerja Cina

    Ia menyebutkan, sejumlah TKA tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM agar ditindak serta diproses sesuai dengan pelanggaran yang mereka lakukan.

    Sebelumnya, diberitakan bahwa 98 tenaga kerja asing ilegal asal Cina terjaring razia pada proyek PLTU Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Selasa sore.

    Simak:
    Luhut Tantang Adu Data Soal 10 Juta Tenaga Kerja Asal Cina
    Seratusan Pekerja Cina Ditangkap Kantor Imigrasi Malang

    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Rasyidin Siregar saat melakukan pengecekan ke proyek PLTU Tenayan Raya, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Pihaknya menemukan hampir 100 warga asal Cina yang bekerja di sana.

    Setelah memeriksa dokumen yang dimiliki tiap-tiap TKA, ternyata hampir semuanya tidak memiliki izin kerja. Mereka menyalahgunakan visa kunjungan wisata untuk bekerja di PLTU Tenayan Raya.

    “Hanya lima yang mengantongi visa kerja, selebihnya visa kunjungan wisata,” kata Rasyidin.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?