Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Blokir Situs Online Dianggap Bukan Solusi Cegah Hoax

Editor

Pruwanto

image-gnews
Ilustrasi anti-hoax
Ilustrasi anti-hoax
Iklan

TEMPO.COJakarta - Aktivis dari Purple Code, Dhyta Caturani, menyatakan memblokir situs-situs online bukan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoax. "Satu diblokir bisa dibuat lagi," kata Dhyta di sela-sela acara Kelas Muda Demokrasi Digital di Jakarta, Sabtu, 14 Januari 2017. 

Dhyta menyarankan pemerintah dan semua pihak memberikan literasi kepada masyarakat. Alasannya, hoax tersebar tak hanya melalui media sosial atau dunia maya. Pemblokiran justru dianggap akan menjadi kebiasaan buruk. Sebab, kata dia, ke depan tak menutup kemungkinan situs yang dianggap merugikan pemerintah atau pihak tertentu diblokir. "Jadi tidak akan selesai-selesai," ujarnya. 

Dhyta lebih memilih menurunkan isi atau konten situs daripada menutup situs tertentu. Ada tiga syarat yang dianggap layak diturunkan, yakni apakah konten itu mendorong aksi kejahatan atau kekerasan, apakah ada kemungkinan atau potensi yang tinggi munculnya kekerasan dari suatu unggahan, atau adanya ekspresi langsung akan terjadinya kekerasan. "Contohnya seperti, besok kita serang dia," Dhyta mencontohkan. 

Pemerintah sebelumnya berencana menertibkan situs-situs yang dianggap menyebarkan berita bohong. Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah menyiapkan tim untuk mencari portal-portal berita liar tersebut. Data dari Dewan Pers, ada sekitar 40 ribu portal berita. 

Ke depan, pihak yang ingin membuat portal berita diminta mengurus persyaratan layaknya perusahaan media lain. Pemerintah melalui Kementerian Kominfo memblokir sebelas situs yang bertemakan keislaman. Blokir dilakukan pada akhir Desember 2016. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dhyta menganggap sulit memulihkan nama baik bagi pihak yang dirugikan atas munculnya hoax. Apalagi mekanisme ini dianggap menentang kehadiran Pasal 27 tentang Pencemaran Nama Baik di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Ini kan pasal antidemokrasi," katanya. 

Dari pengamatan Dhyta, pihak-pihak yang ingin memulihkan nama baik umumnya tidak merasa dirugikan dengan penyebaran hoax. Menurut dia, mayoritas (50 persen) kasus terkait dengan pencemaran nama baik sering dipakai penguasa. "Kebanyakan korbannya ialah warga biasa," tuturnya. Karena itu, ia memandang pemulihan nama baik tidak tepat. 

ADITYA BUDIMAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Cara Cek Kelulusan Hingga Jadwal Seleksi Tes online Rekrutmen Bersama BUMN

8 jam lalu

BRI Cari Talenta Terbaik dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2022
Cara Cek Kelulusan Hingga Jadwal Seleksi Tes online Rekrutmen Bersama BUMN

Ini yang harus diperhatikan dan dipantau saat ikut rekrutmen bersama BUMN.


Kapan Waktunya Anak Diberi Akses Internet Sendiri? Simak Penjelasan Psikolog

1 hari lalu

Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Kapan Waktunya Anak Diberi Akses Internet Sendiri? Simak Penjelasan Psikolog

Psikolog memberi saran pada orang tua kapan sebaiknya boleh memberi akses internet sendiri pada anak.


Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

3 hari lalu

Ilustrasi bermain sosial media di ponsel. Shutterstock.com
Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

Orang sering menggunakan media sosial untuk memposting momen terbaiknya, membuat feed terlihat seperti highlight reel dari pengalaman keren.


Link 15 Twibbon Untuk Merayakan Hari Bumi, Perhatikan Cara Download dan Upluad

4 hari lalu

Massa dari berbagai Kelompok Pencinta Alam melakukan aksi damai untuk memperingatai Hari Bumi, di halaman gedung KPK, Jakarta, 22 April 2015. Dengan membawa spanduk raksasa yang berisi Petisi Kelestarian Bumi Indonesia dan dibubuhi ribuan tandatangan tersebut mereka mengingatkan bahwa Merusak Alam Itu Korupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Link 15 Twibbon Untuk Merayakan Hari Bumi, Perhatikan Cara Download dan Upluad

Hari Bumi atau Earth Day pada 22 April dapat dirayakan dengan berbagai aktivitas termasuk meramaikan di media sosial lewat unggahan twibbon.


Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

4 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Sebuah studi penelitian 2022 terhadap anak perempuan 10-19 tahun menunjukkan bahwa istirahat di media sosial selama 3 hari secara signifikan berfaedah


25 Link Twibbon untuk Semarakkan Hari Kartini 2024

5 hari lalu

Raden Ajeng Kartini. Wikipedia/Tropenmuseum
25 Link Twibbon untuk Semarakkan Hari Kartini 2024

Pemerintah Sukarno memilih hari Kartini untuk diperingati sebagai momentum khusus emansipasi wanita


CekFakta #256 Langkah Mengecek Transparansi Halaman Media Sosial

6 hari lalu

Logo twitter, facebook dan whatsapp. Istimewa
CekFakta #256 Langkah Mengecek Transparansi Halaman Media Sosial

Menelisik Motivasi di Balik Akun Medsos Penyebar Hoaks Melalui Transparansi Halaman


Cara Menonaktifkan Sementara dan Menghapus Permanen Akun Instagram

7 hari lalu

Logo Instagram. Kredit: TechCrunch
Cara Menonaktifkan Sementara dan Menghapus Permanen Akun Instagram

Terdapat dua pilihan ketika ingin rehat dari Instagram, yakni menonaktifkan sementara dan menghapus akun secara permanen.


Saran Psikolog agar Mental Sehat setelah Libur Panjang

9 hari lalu

Ilustrasi keluarga mengisi liburan sekolah dengan camping di alam. Foto: Freepik.com/Jcomp
Saran Psikolog agar Mental Sehat setelah Libur Panjang

Hindari berbagai jenis kegiatan yang membuat tubuh minim bergerak agar mental tetap sehat usai libur panjang Lebaran.


Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

10 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Kelola Penggunaan Media Sosial agar Tidak Stres dengan Tips Berikut

Berikut beberapa tips untuk meminimalkan dampak penggunaan media sosial terhadap tingkat stres pada peringatan Bulan Kesadaran Stres.