Anggota Provost Ini Kelola Warung Soto, Gratis Tiap Jumat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di

    Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di "Soto Seger Mbok Giyem", Kartosuro, Sukoharjo, 28 Juli 2014. Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi, dan tetap berjualan saat hari raya Idul Fitri. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Semarang - Ada yang berbeda di warung soto yang terletak di sebuah gang di Jalan Simpang, Semarang, setiap Jumat. Puluhan orang antri di depan warung. Rupanya, tempat makan ini memberikan servis unik: seporsi soto gratis untuk tiap pengunjung di Hari Jumat.

    Pemilik warung juga bukan sembarang pedagang. Suprapto, sang empunya warung adalah anggota Unit Provost Sie Profesi dan Keamanan Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. Pria ini berpangpat Ajun Inspektur Satu. 

    “Ini sudah saya lakukan kira-kira satu tahun berjalan. Sengaja gratis saat Jumat karena hari berkah,” kata Suprapto saat menunggui warungnya, Jumat 13 Januari 2017.

    Tak heran tiap Jumat  warung Suprapto di belakang bangunan kuno Lawang Sewu, selalu ramai pengunjung. Maklum Suprapto memasang tulisan berbunyi, “Gratis nasi soto setiap hari Jumat”. Warung yang dia beri nama Soto Lawangsewu itu menyuguhkan paket lengkap soto berupa tempe goreng, sate daging, kerang, dan telur. “Kasir hanya menghitung minuman yang dipesan,” katanya.

    Suprapto dan istrinya, Emy Sulistiyati, berjualan soto sejak 10 tahun lalu. Mereka sempat pindah kios meski masih berada satu gang yang sama. Di warung yang menempati lahan baru itu, pasangan ini kemudian berpikiran untuk berbagi rezeki kepada sesama. 

    Sebelum menggratiskan sotonya, tiap Jumat dia dan istrinya membagi-bagikan nasi kotak keliling, di antaranya ke Pasar Bulu, Poncol, Tugu Muda. Namun karena terkendala urusan dinas, pembagian makanan cuma-cuma itu diserahkan pada empat karyawannya. 

    Suprapto menyiapkan 250 porsi soto yang biasa habis sekitar jam 12.00 WIB. Penikmatnya selain para karyawan perkantoran dan wisatawan Lawang Sewu juga warga sekitar. Dia berujar sejak bersedekah soto, rezekinya makin  bertambah. Meski membiayai sekolah empat anaknya, Nabila Ayu Mahardika, Melati Asa Edinia, Lintang Aura Rahman, dan Aqila Dewi Sinar Aulia, Suprapto mengaku tak kekurangan.

    “Anak pertama saya sekarang kuliah kedokteran. Enggak khawatir rugi, alhamdulillah rezeki semakin bertambah,” kata Suprpato dengan mata berbinar.

    Salah satu pelanggan soto Suprapto, Menik, 52 tahun, mengaku kaget saat tahu tak perlu membayar bila makan tiap Jumat. “Saat akan membayar, ternyata yang dihitung hanya minumannya saja,” kata Menik. Kendati gratis, kata Menik, kualitas cita rasa rasa soto yang dibagikan Suprapto tidak dikurangi. “Pelayanannya juga baik, dan tempatnya bersih." 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.