7 WNI Diselamatkan dari Aleppo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan calon TKW ilegal, yang hendak berangkat ke Arab Saudi, diamankan BNP2TKI di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Puluhan calon TKW ilegal, yang hendak berangkat ke Arab Saudi, diamankan BNP2TKI di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Damaskus— Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, Suriah, menerima kedatangan tujuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Aleppo, pada Selasa waktu setempat.

    Dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu 11 Januari 2017, kedatangan mereka setelah hak-haknya berhasil diperjuangkan oleh pengacara retainer Muhamad Akra dan petugas konsuler KBRI Damaskus cabang Aleppo.

    Baca juga:
    KBRI Suriah Repatriasi 11 TKI Via Lebanon

    Tiga dari tujuh TKI tersebut berasal dari Serang, sedangkan lainnya berasal dari Tangerang, Indramayu, Karawang,  Sulawesi Selatan dan Lombok.

    Itik Rasja, TKI asal Indramayu yang telah bekerja selama 9 tahun di Kota Aleppo ini menceritakan bahwa ia dulu dijanjikan bekerja di Qatar, tetapi justru dikirim ke Suriah. Ia juga menceritakan keadaan Aleppo yang langka akan air dan listrik.

    “Sudah 6 bulan ini listrik mati, sehingga kami memakai generator untuk menghasilkan listrik. Kami juga sering menggunakan aki mobil sebagai pengganti penghasil listrik,” kata Itik.

    “Begitu juga dengan air, seringkali kami kehabisan air yang disuplai oleh Pemerintah Suriah, sehingga majikan saya harus membelinya dari luar Aleppo.”

    Berikut daftar nama TKI yang diselamatkan dari Aleppo ke Damaskus:

    1. Nurlaela Binti Saodi Orin asal Tangerang
    2. Itik Rasja asal Indramayu
    3. Sukania asal Serang
    4. Warsah Warman asal Karawang
    5. Sabarinah Kamarudin asal Sulawesi Selatan
    6. Rahuni Ginik asal Lombok – NTB
    7. Sri Sunarsih Binti Hatmin asal Serang

    Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.576 WNI dari Suriah yang sebagian besar TKI dalam 282 gelombang.

    Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, mengatakan bahwa pengiriman TKI ke Suriah sudah dihentikan sejak konflik berlangsung pada 2011, dan ke seluruh Timur Tengah sejak 2015.

    "Ironisnya, di tengah gelombang pengungsi rakyat Suriah ke luar negeri, ternyata masih marak praktik perdagangan manusia ke Suriah berkedok pengiriman TKI."

    Ditambahkan oleh Pejabat Konsuler merangkap Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Damaskus, AM. Sidqi, direncanakan gelombang repatriasi ke-283 pada tanggal 19 Januari.

    "Mudah mudahan tujuh orang dari Aleppo itu bisa diikutkan gelombang berikutnya, setelah semua persyaratan keimigrasian rampung."

    SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.