Tim Gabungan di Banjarmasin Tangkap Empat WNA Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah paspor milik 31 WNA asal Cina dan Taiwan yang berhasil diamankan di Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah paspor milik 31 WNA asal Cina dan Taiwan yang berhasil diamankan di Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Tim Gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Perairan, Satuan Reserse dan Kriminal, Satuan Intelkam, Kepolisian Sektor KPL Polresta Banjarmasin, bersama KSOP Banjarmasin, melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan mengamankan empat warga negara asing.

    "Sebanyak empat warga negara asing yang diamankan itu semuanya berasal dari Cina," kata Kepala Sat Polair Polresta Banjarmasin Komisaris Untung Widodo di Banjarmasin, Kamis, 5 Januari 2017.

    Dia mengatakan keempat warga Cina itu diamankan di Terminal Multi Purpose Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, pada Kamis, 5 Januari 2017, sekitar pukul 16.00 Wita.

    "Para warga Cina itu diamankan saat berada di atas Kapal Sugara Anak II, dan mereka sebagai pengawas kapal tersebut," ucap Untung saat memimpin kegiatan pemeriksaan tersebut.

    Pria yang baru saja berpangkat Kompol itu menambahkan, mereka yang diamankan itu bernama Lie Fei, Shi Shoujing, Liu Fee, dan Shi Yihu.

    Baca juga:
    Diserbu Cina, Empat BUMN Siap Produksi Cangkul

    Hingga Kamis malam, 5 Januari 2017, para warga negara asing itu diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas II Banjarmasin, dan pemeriksaan dipimpin Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Mulyadi.

    Dari hasil pemeriksaan diketahui dua dari empat warga asing terindikasi melakukan pelanggaran berupa tidak memiliki izin tinggal di perairan. "Kedua orang asing yang terindikasi melakukan pelanggaran diketahui bernama Liu Fee dan Shi Shoujing," tutur Mulyadi kepada awak media itu.

    Agen yang mendatangkan atau mempekerjakan mereka adalah PT Kaesfafe Jaya Shipping. "Untuk kasus ini, semuanya diserahkan ke pihak Imigrasi guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Mulyadi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.