Menhan: Sudah Ada Pejabat Australia yang Diskors

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpose dengan senjata di helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpose dengan senjata di helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membenarkan bahwa sejumlah pejabat di Australia Defense Force (ADF) telah dikenai sanksi terkait dengan materi pengajaran di ADF yang menyinggung bangsa Indonesia dan TNI. Hal itu, kata ia, berdasarkan informasi dari Menteri Pertahanan Australia Marise Payne

    "Pelatihan dihentikan sementara. Lalu, komandan sekolah beserta perangkatnya diskors," ujar Ryamizard, Kamis, 5 Januari 2017.

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa anggota Kopassus yang mengikuti pertukaran pendidikan ke ADF November lalu mendapati adanya materi pengajaran yang bermasalah. Materi pengajaran tersebut cenderung menghina Indonesia atau TNI secara spesifik.

    Hal itu langsung dilaporkan kepada pihak TNI yang berujung pada penundaan kerja sama ADF dan TNI. Adapun pihak TNI sempat menyampaikan hal yang terjadi di Australia lebih ke arah masalah teknis.

    Ryamizard menambahkan, proses pengusutan perkara ini sudah memasuki tahap akhir. Harapannya, dalam waktu dekat bisa segera usai sehingga kerja sama antara ADF dan TNI bisa berlanjut seperti semula.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.