Ryamizard Pastikan Hubungan Indonesia-Australia Baik-baik Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia tak terganggu. Sebelumnya, berkembang kabar bahwa hubungan kedua negara renggang setelah TNI menghentikan sementara latihan militer kedua negara.

    "Tidak, ini (kerja sama militer) saja dulu. Ini kan ditunda. Kalau ditunda, kan, bisa dilanjutkan lagi setelah selesai masalahnya," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Januari 2017.

    Program militer yang dibekukan antara lain latihan perang, pertukaran perwira, dan pelatihan bahasa. Hal ini dilakukan setelah TNI menemukan materi pelatihan di Angkatan Darat Australia yang merendahkan Indonesia.

    Materi pelatihan yang bersangkutan ditemukan saat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlatih bersama pasukan Australia.

    Baca juga:
    Pancasila Direndahkan, Komandan Sekolah Australia Diskors
    Benci, tapi Rindu Hubungan Indonesia-Australia

    Ryamizard mengaku sudah menerima permintaan maaf langsung dari pihak Australia. Menteri Pertahanan Australia Marise Payne, ujar Ryamizard, menjamin pihak yang bertanggung jawab segera ditindak.

    "Mereka sudah menghentikan sementara pelatihan bahasa di pangkalan Campbell, Perth. Komandan sekolahnya diskors. Ini tindakan keras," tuturnya.

    Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mengimbau masyarakat tak melebarkan isu yang merusak hubungan kedua negara. "Kita harus jernih. Yang penting, kita perbaiki. Dia (Australia) kan sudah minta maaf, sudah menghukum dengan tegas (pelaku)," katanya.

    Dia belum bisa memastikan durasi penundaan latihan militer TNI dan angkatan bersenjata Australia. "Sesuai dengan yang saya sampaikan tadi, kalau sudah selesai (masalahnya)," ucapnya.

    YOHANES PASKALIS

    Simak:
    Kasus Pencemaran Laut Timor Bentuk Lain Pelecehan Australia
    TNI-Australia, Ketika Pancasila Diplesetkan Jadi Pancagila



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.