Tim Survei PLTA Hilang Terseret Arus Sungai di Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. gcaptain.com

    Ilustrasi. gcaptain.com

    TEMPO.COTapaktuan, Aceh - Tiga orang dari tim survei Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kluet 1 dari PT Tri Nusa Energy Jakarta dilaporkan hilang terseret arus Sungai Alue Buloh di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis, 29 Desember 2016.

    Kepala Kepolisian Resor Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Meukek Ipda Junaidi di Meukek, Jumat malam, 30 Desember 2016, membenarkan kejadian tersebut. Korban adalah Testa Muhammad Abdul, yang berstatus mahasiswa, berasal dari Desa Abtapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat. Kemudian Syarif Basarah, warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan seorang orang lagi bernama Muktar Yuli, warga Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi, menurut Junaidi, pada Rabu, 28 Desember 2016, sekitar pukul 11.00, rombongan tim survei berjumlah 22 orang berangkat dari Jambo Papeun menuju hulu Sungai Alue Buloh, rencana lokasi pembangunan mesin turbin PLTA Kluet 1. Setelah menempuh perjalanan kaki selama lebih-kurang lima jam, sekitar pukul 16.00, rombongan tiba di pinggir Sungai Alue Buloh. Sungai ini berada di kawasan hutan belantara puncak Gunung Jambo Papeun, yang sudah dekat dengan puncak Gunung Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

    "Karena melihat muara air Sungai Alue Buloh mulai membesar dan deras, rombongan tim survei tidak berani menyeberang. Akhirnya mereka memutuskan mendirikan tenda untuk menginap di pinggir sungai. Jarak antara lokasi tersebut dan lokasi yang hendak dituju di atasnya sekitar 3-5 kilometer lagi," kata Junaidi.

    Junaidi mengatakan, setelah melihat air sungai mulai surut, keesokan harinya, yakni Kamis, rombongan tim survei memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi Sungai Alue Buloh menuju lokasi yang dituju.

    "Setelah menyeberangi sungai, tiba-tiba rombongan tim survei terkejut ketika melakukan pengecekan, ternyata tiga rekan mereka sudah hilang, diduga terseret arus sungai," ujar Junaidi.

    Untuk memastikan keberadaan rekan mereka, Junaidi melanjutkan, rombongan tim survei berusaha mencari ke arah arus sungai yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Namun, dalam pencarian itu, rombongan tim survei tidak menemukan tiga rekan mereka yang hilang. Mereka hanya menemukan tas milik korban di pinggir sungai.

    "Karena korban tidak berhasil ditemukan, pada Jumat, rombongan tim survei memutuskan turun gunung pulang kembali ke Desa Jambo Papeun untuk melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan masyarakat setempat," tutur Junaidi.

    Setelah menerima laporan itu, pada Jumat sore, puluhan warga Jambo Papeun bersama tim survei dari Bandung berangkat kembali ke TKP untuk melanjutkan proses pencarian terhadap ketiga korban.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.