Tempo Institute Tawarkan Beasiswa Pelatihan Rp 164 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Kursus Jurnalistik Intensif 2016 Tempo Institute. (dok. Tempo Institute)

    Peserta Kursus Jurnalistik Intensif 2016 Tempo Institute. (dok. Tempo Institute)

    TEMPO.COJakarta - Tempo Institute kembali menawarkan beasiswa untuk umum pada Kalender Pelatihan 2017. Beasiswa berjumlah Rp 164 juta ini adalah bagian dari komitmen Tempo Institute untuk peningkatan kemampuan menulis dan jurnalistik. Demikian siaran pers Tempo Institute, Kamis, 29 Desember 2016. 

    Saban tahun, sejak 2013, lembaga di bawah sayap Yayasan Tempo 21 Juni 1994 ini menawarkan beasiswa bagi masyarakat yang berminat. Sepanjang 2016, Tempo Institute menyelenggarakan 16 pelatihan dan memberikan beasiswa total senilai Rp 100 juta. “Tahun depan, kami menyediakan beasiswa Rp 164 juta untuk 24 kelas,” kata Yus Ardhiansyah, Kepala Program Pelatihan Tempo Institute. 

    Ragam kelas pada 2017 lebih berwarna dibanding tahun sebelumnya. Menu pelatihan meliputi kelas menulis fiksi, feature, kelas jurnalistik untuk praktisi humas, kelas jurnalistik dasar, kelas mengelola media internal, dan kelas menjadi editor. Selengkapnya, menu pelatihan 2017 bisa dilihat di http://tempo-institute.org/agenda-pelatihan-menulis-2016/.

    Tahun 2016, ada 300-an pelamar beasiswa untuk 16 pelatihan. Proposal datang dari berbagai daerah dan beragam latar belakang. Untuk setiap kelas tersedia tiga kursi bagi penerima beasiswa. “Maka, rapat seleksi penerima beasiswa selalu diwarnai perdebatan panjang. Biasanya, kami mengutamakan pegiat komunitas yang akan membagikan pengetahuannya kepada komunitas,” ujar Yus. 

    Yulaika Romadhani, salah satu penerima beasiswa “Klinik Menulis Fiksi bersama Leila S. Chudori” menyebut dirinya beruntung mendapat beasiswa. Kesempatan berdiskusi dengan Leila, penulis novel Pulang, itu sebagai proses yang tak ternilai. 

    “Aku paling menikmati sesi tanya-jawab dan diskusi tentang film. Kami juga diajak liputan ke Museum Nasional dan mendeskripsikan hasil liputan,” tutur Yulaika, yang bekerja sebagai asisten peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

    “Seperti Yulaika, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat beasiswa,” kata Martin Rambe, Manajer Kelas Pelatihan Reguler Tempo Institute. 

    Menurut Martin, peminat beasiswa harus melengkapi persyaratan, yaitu proposal, daftar riwayat hidup, fotokopi KTP, dan surat komitmen mengikuti magang bagi yang memilih kursus jurnalistik intensif. Informasi detail mengenai beasiswa dapat dilihat di website (http://tempo-institute.org/persyaratan-beasiswa-pelatihan-menulis-2017/). 

    Penerimaan berkas lamaran beasiswa ini dibuka hingga 21 Januari 2017. Kirimkan berkas beasiswa ke adm@tempo-institute.org dan hubungi Tempo Institute di (021) 5482132 atau 081288151738 (SMS/WA) untuk komunikasi langsung dengan Tim Pelatihan Tempo Institute.

    “Kelas-kelas Tempo Institute selalu dilakukan secara interaktif,” kata Martin Rambe. Praktek liputan di lapangan dan di ruang newsroom, bimbingan mentor, serta evaluasi bersama para jurnalis Tempo menjadi andalan. Demi menjaga kualitas bimbingan mentor, jumlah peserta setiap kelas dibatasi 15-20 orang. 

    YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.