Kebaktian Natal di KPK Berlangsung Tertutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahanan KPK bersama keluarga mengikuti kebaktian Natal di Gedung KPK, Jakarta, (25/12). KPK memberikan fasillitas beribadah bagi tahanan yang beragama Kristiani untuk merayakannya Natal bersama keluarga. ANTARA/Wahyu Putro A

    Tahanan KPK bersama keluarga mengikuti kebaktian Natal di Gedung KPK, Jakarta, (25/12). KPK memberikan fasillitas beribadah bagi tahanan yang beragama Kristiani untuk merayakannya Natal bersama keluarga. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar kebaktian Natal di ruang auditorium gedung KPK, hari ini. Kebaktian Natal yang diikuti oleh tahanan KPK itu dimulai pukul 13.00 WIB.

    Tak seperti tahun lalu, kebaktian Natal tahun ini diselenggarakan tertutup. Awak media yang menunggu sejak pagi di gedung KPK dilarang masuk ke ruang auditorium. "Tahun sebelumnya ada yang diselenggarakan di ruang konferensi pers, jadi dapat terlihat dari luar," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, ketika dihubungi, Ahad, 25 Desember 2016.

    Dari pengamatan Tempo, pendeta dari Gereja Misi Injili Indonesia, Bobi Patiro, tampak datang di gedung KPK sekitar pukul 13.00 WIB. Ia hendak memimpin kebaktian Natal para tahanan C1.

    Bobi mengatakan kebaktian Natal di KPK tahun ini bertema "Damai Sejahtera, yang Menempuh Segala Akal yang Memelihara Kamu". "Supaya mereka hidup dalam keadaan baik dan dalam keadaan diberkati," kata dia sebelum memasuki ruang auditorium Gedung KPK, Ahad, 25 Desember.

    Bobi menjelaskan, keadaan yang damai sejahtera akan menuntut umat manusia untuk menjalani kehidupannya. "Karena damai sejahtera itu yang menuntun manusia untuk hidup di dalam keberadaan dia sekarang ini," katanya.

    Febri mengatakan dari lima tahanan beragama Nasrani, ada dua tahanan yang ikut kebaktian. Mereka adalah Memi, tersangka suap penambahan kuota gula impor Sumatera Barat, dan Marthen Dira Tome, tersangka kasus dugaan korupsi dana pendidikan luar sekolah tahun 2007 di Nusa Tenggara Timur.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.