Gempa 6,6 SR Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta – Gempa berkekuatan 6,6 pada skala Richter mengguncang Maluku, Rabu, 21 Desember 2016, sekitar pukul 07.17 WIB. “Gempa dirasakan di Maluku Tenggara Barat Daya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulis, Rabu, 21 Desember 2016.

    Sutopo menjelaskan, gempa tersebut terjadi pada koordinat 7,75 Lintang Selatan dan 128,01 Bujur Timur, atau sekitar 184 kilometer di arah Timur Laut Maluku Barat Daya. Gempa terjadi pada kedalaman 173 km.

    Sutopo mengatakan gempa tersebut tak berpotensi tsunami. “Masyarakat tidak panik,” ujarnya.

    Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum mendapat laporan korban dan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Kondisi aktivitas masyarakat pun dinyatakan normal.

    Wilayah tersebut, ujar Sutopo, sering diguncang gempa dengan kekuatan di atas 6 SR. “Tetapi tidak menimbulkan kerusakan karena episentrumnya pada kedalaman sedang hingga dalam. Daerahnya palung laut dalam, serta merupakan subduksi antara lempeng Hindia Australia dan Eurasia,” kata Sutopo.

    Laporan gempa pun sempat dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Dilansir dari data di website resmi BMKG, gempa berkekuatan 3,8 skala Richter terdeteksi pada pukul 21.21 WIB, Selasa malam, 20 Desember 2016. Gempa itu terjadi di darat, dari kedalaman 13 kilometer. Pusat gempa, menurut BMKG, berada di jarak 27 km arah Barat Daya Sorong, Provinsi Papua Barat.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.