Rohadi Siap Jalani Sidang Putusan Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi saat mendengarkan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 September 2016. Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Rohadi menerima suap dalam perkara hukum yang melibatkan pedangdut Saipul Jamil. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi saat mendengarkan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 September 2016. Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Rohadi menerima suap dalam perkara hukum yang melibatkan pedangdut Saipul Jamil. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Rohadi tampak memasuki ruang sidang Wirjono Prodjodikoro ll di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pukul 11.20. Panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu bakal menjalani sidang putusan hari ini, Kamis, 8 Desember 2016. 

    Ketua majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Sumpeno, ditemani empat anggotanya memasuki ruang sidang pukul 12.05. “Hari ini pembacaan putusan (terhadap Rohadi),” katanya di Pengadilan Tipikor, Kamis, 8 Desember 2016. 

    Jaksa penuntut umum menilai Rohadi bersalah dengan menerima suap Rp 300 juta. Jaksa menyebut suap itu berasal dari kakak dan pengacara pedangdut Saipul Jamil. Suap itu diduga untuk meringankan hukuman perkara pelecehan seksual, yang menjerat Saipul di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa pun menuntut Rohadi dengan hukuman 10 tahun penjara.

    Rohadi datang mengenakan kemeja berwarna biru. Warna pakaian dia sama dengan warna pakaian yang dikenakan pada sidang pleidoi. Pada sidang pleidoi, yang diselenggarakan pada Kamis, 24 November 2016, Rohadi mengakui kesalahannya. 

    Pada sidang pleidoinya, Rohadi sempat terisak. Dia merasa bersalah dan ingin dijatuhi hukuman seadil-adilnya. Dia bahkan beberapa kali meminta kepada majelis hakim agar dihukum. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.