Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tengah Maraknya Intoleransi  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugas yang dilakukan MPR tidak hanya sosialisasi, melainkan menyerap aspirasi dan melakukan kajian ketatanegaraan.

    Tugas yang dilakukan MPR tidak hanya sosialisasi, melainkan menyerap aspirasi dan melakukan kajian ketatanegaraan.

    INFO MPR - Di hadapan civitas akademika Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan menyatakan pentingnya Sosialisasi Empat Pilar MPR di tengah munculnya intoleransi di masyarakat baru-baru ini. Sosialisasi Empat Pilar ini diselenggarakan di Kampus Unsrat pada 8 Desember 2016 dalam rangka tukar pikiran. “Acara ini bisa terselenggara berkat kerja sama antara MPR dengan alumni Unsrat,” kata Mangindaan.

    Mangindaan mengatakan, sesuai dengan amanat UU MD3 Tahun 2014, ada tugas yang mengamanatkan MPR melakukan Sosialisasi Empat Pilar. “Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh warga negara, termasuk yang ada di luar negeri," ujarnya. Dia menambahkan, tugas MPR tak hanya Sosialisasi Empat Pilar, melainkan menyerap aspirasi dan melakukan kajian ketatanegaraan. “Dari serap aspirasi dan kajian ketatanegaraan, ada masukan untuk menghidupkan kembali GBHN,” tuturnya.

    Menurut Mangindaan, Sosialisasi Empat Pilar sangat penting karena di tengah masyarakat saat ini muncul intoleransi. “Masyarakat sekarang berada dalam era globalisasi. Meski dalam era globalisasi, kita harus tetap berpijak pada Indonesia,” ucapnya.

    Dalam menghadapi era globalisasi ini, di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen Unsrat, Mangindaan berharap dapat masukan tentang metode dan materi sosialisai. “Agar sosialisasi tak hanya ceramah,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.