Pesta Sabu, Pegawai Bank di Madura Ditangkap Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Suslel, Frans Barung Mangera menunjukkan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat rilis penangkapan di Mapolda Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, 28 November 2016. Sebanyak 2,75 kilogram sabu-sabu berhasil diamankan oleh Direktorat Reserse Narkotika Polda Sulsel dari 5 orang tersangka yang diduga merupakan jaringan Narkoba dan narkotika Internasional. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kabid Humas Polda Suslel, Frans Barung Mangera menunjukkan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat rilis penangkapan di Mapolda Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, 28 November 2016. Sebanyak 2,75 kilogram sabu-sabu berhasil diamankan oleh Direktorat Reserse Narkotika Polda Sulsel dari 5 orang tersangka yang diduga merupakan jaringan Narkoba dan narkotika Internasional. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bangkalan - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Bangkalan, Polda Jawa Timur, menggerebek sebuah rumah kos di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, pada pukul 23.00 WIB, Minggu malam, 4 Desember 2016. Rumah itu diduga menjadi tempat pesta narkoba jenis sabu.

    "Satu dari tiga tersangka merupakan karyawan bank swasta," kata Kepala Bagian Humas Polres Bangkalan Ajun Komisaris Bidarudin kepada wartawan pada Senin, 5 Desember 2016.

    Tiga tersangka yang ditangkap adalah Ainur Rovika, 26 tahun, dan Edi Santoso, 25 tahun. Keduanya warga Kecamatan Galis dan Konang, Kabupaten Pamekasan. Tersangka ketiga adalah Idrus Sholeh, 23 tahun, warga Kemayoran, Bangkalan. Idrus adalah penyewa rumah kos yang ditempati kawanan ini menikmati sabu-sabu, sedangkan Ainur adalah anggota staf BPR Jawa Timur cabang Pamekasan.

    Menurut Bidarudin, di TKP, polisi menyita barang bukti berupa satu kantong plastik model klip berisi 0,99 gram sabu, sebuah bong atau alat isap sabu, korek api, sendok sabu, serta sebuah pipet berisi kerak sabu sebanyak 3,90 gram. "Saat ditangkap, mereka sedang dalam pengaruh narkoba," ujar Bidarudin.

    Saat ini, ketiga tersangka tengah diperiksa penyidik. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya 5 tahun penjara.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.