Aksi 411 Ramai, Polda Kaltim: Belum Ada Informasi 212

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Tito Karnavian bersama Ketua MUI Ma'aruf Amin, Ketua FPI Rieziq Shihab, serta sejumlah tokoh Islam lainnya memberikan konferensi pers jelang Aksi Bela Islam Jilid III di Gedung MUI, Jakarta, 28 November 2016. ANTARA FOTO

    Kapolri Tito Karnavian bersama Ketua MUI Ma'aruf Amin, Ketua FPI Rieziq Shihab, serta sejumlah tokoh Islam lainnya memberikan konferensi pers jelang Aksi Bela Islam Jilid III di Gedung MUI, Jakarta, 28 November 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Samarinda - Sehari menjelang gelar Aksi Bela Islam III di Kalimantan Timur, polisi belum menerima pemberitahuan rencana mengenai acara ini. Acara ini disebut juga sebagai Aksi 212 dan akan diisi dengan acara doa dan zikir.

    "Saya sudah cek ke Dirintelkam Polda. Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan aksi besok di kabupaten/kota di Kalimantan Timur," kata Komisaris Besar Fajar Setiawan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur, Kamis, 1 Desember 2016.

    Menurut Fajar, pemberitahuan penyampaian pendapat di muka umum ke polisi harus dilakukan minimal tiga hari sebelum aksi digelar sesuai dengan peraturan perundangan.

    "Jadi, kalau ada aksi besok, itu aksinya tidak berizin dan bisa dibubarkan. Tapi saya pikir tak sampai ke tindakan itu," kata Fajar.

    Ramai diberitakan, acara berdoa 212 akan digelar di Jakarta. Sejumlah peserta aksi sudah mulai berdatangan ke Ibu Kota. Aksi akan digelar dengan cara damai, seperti berzikir dan salat Jumat.

    Dalam aksi sebelumnya, acara unjuk rasa pada 4 November lalu, ada empat daerah yang menggelar aksi, seperti di Samarinda, Berau, Balikpapan, dan Kabupaten Paser Penajam Utara. Mereka menggelar aksi serentak.

    Saat itu, ribuan umat muslim di Kalimantan Timur tumpah di jalan. Di Samarinda, mereka menggelar aksi long march dari Masjid Raya Darussalam menuju kantor gubernur, yang berjarak sekitar 2 kilometer. Aksi dimulai seusai salat Jumat dan bubar sesaat setelah waktu asar.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.