Absen di Acara 212, Fahri Hamzah: Tidak Ada Makar Ya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah (tengah) bersiap menjalani sidang lanjutan gugatan perdata terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 16 Mei 2016. Majelis Hakim mengabulkan permohonan provisi dari Penggugat (Fahri Hamzah) atas gugatannya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah (tengah) bersiap menjalani sidang lanjutan gugatan perdata terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 16 Mei 2016. Majelis Hakim mengabulkan permohonan provisi dari Penggugat (Fahri Hamzah) atas gugatannya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Aksi Bela Islam III yang akan berlangsung besok, Jumat, 2 Desember 2016, dipastikan tanpa dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Keduanya sedang berada di luar negeri.

    Fahri akan berkunjung ke Uzbekistan untuk memenuhi undangan menghadiri pemilihan umum pertama setelah kematian Presiden Islam Karimov. Fadli Zon, yang juga menjabat Presiden Parlemen Antikorupsi Dunia, telah berangkat ke Panama untuk menjadi pembicara.

    Baca:
    Demo 212, Sekitar 1.000 Warga Yogya ke Jakarta
    Aksi 212, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Pengamanan Maksimal

    Fahri mengatakan panitia Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) secara lisan memang mengundangnya untuk hadir. “Waktu itu, waktu mereka ke DPR. Cuma lewat lisan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 1 Desember 2016.

    Dengan absennya Fadli dan Fahri, berarti pemimpin DPR yang tersisa hanya Setya Novanto, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan.

    Fahri berseloroh, dengan absennya dia dan Fadli, maka tidak perlu khawatir dengan isu makar. “Ketiganya (pemimpin DPR) kan enggak terlibat demo 411. Jadi tak ada makar. Tenang saja,” katanya.

    Fahri dan Fadli sempat menghadiri unjuk rasa Aksi Bela Islam II yang berlangsung 4 November 2016. Keduanya pun sempat pula berorasi meminta pemerintah memproses hukum Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

    Adapun Aksi Bela Islam III, yang akan berlangsung besok, rencananya digelar di Tugu Monumen Nasional dengan agenda zikir dan doa bersama.

    AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.