Djarot Bandingkan Kasus Ahok dengan Dimas Kanjeng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil hias bergambar calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Mobil hias bergambar calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membandingkan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dengan kasus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

    "Kadang-kadang ketawa sendiri. Kemarin ada yang heboh bisa menggandakan duit. Sekarang kita hubungkan, ini penistaan agama?" tanya Djarot kepada Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Gozali Harahap, di posko pemenangan Ahok-Djarot, di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Desember 2016.

    Ahmad, yang berada di samping Djarot, langsung membenarkan bahwa perbuatan menggandakan uang, dengan memanfaatkan kepercayaan agama, termasuk kategori penistaan agama. Djarot menuturkan, dia sampai geleng-geleng kepala lantaran tidak ada satu pun yang marah. Apalagi kasus yang menjerat Taat itu juga melibatkan salah satu tokoh Majelis Ulama Indonesia, Marwah Daud. 

    "Ini penistaan agama enggak? Itu konkret. Jelas, ya? Geleng-geleng aku. Kok itu pun kita enggak marah. Mboten nopo-nopo," ujar Djarot.

    Sama seperti kasus Ahok, dia menuturkan, masyarakat sebaiknya menyerahkan proses hukum supaya terlihat ada atau tidaknya niat calon gubernur nomor urut dua itu menistakan agama. Djarot juga meminta para pendukung untuk sabar dan turut mendoakan Ahok di rumahnya masing-masing. Sebab, kata dia, Tuhan tidak tidur dan melihat segalanya.

    "Mari buat hati kita, perasaan ini luas. Seluas samudra. Dihujat, dinista, dikafirkan, enggak apa-apa. Kami terima semua. Kami olah semua di hati dengan nawaitu yang baik, jiwa yang ikhlas. Sama seperti lautan menerima limbah, tidak pernah protes dan mengeluh," tutur Djarot.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.