Warga Bandung Minta Ridwan Kamil tak Ikut Pilkada Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi pembicara dalam pengenalan aplikasi JAGA di Gedung KPK, Jakarta, 15 November 2016. Aplikasi pencegahan korupsi yang diinstal pada telepon pintar tersebut berguna untuk membantu masyarakat mengontrol pelayanan publik sehingga lebih transparan. ANTARA FOTO

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi pembicara dalam pengenalan aplikasi JAGA di Gedung KPK, Jakarta, 15 November 2016. Aplikasi pencegahan korupsi yang diinstal pada telepon pintar tersebut berguna untuk membantu masyarakat mengontrol pelayanan publik sehingga lebih transparan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Kota Bandung membentuk sebuah perkumpulan kecil bernama Forum Warga Bandung Peduli Perubahan (FWBPP). Dalam deklarasi forum ini, warga meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tetap bertahan memimpin Kota Bandung hingga periode kedua, 2018-2022.

    Dodi Permana selaku ketua sekaligus penggagas FWBPP menyayangkan apabila Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat yang digelar bersamaan dengan Pemilihan Wali Kota Bandung pada 2018 mendatang.

    "Kalau dia bisa menolak Jakarta, seharusnya dia juga bisa menolak godaan ke Jawa Barat demi Kota Bandung," kata Dodi seusai deklarasi di Jalan Parakan Waas, Kota Bandung, Senin, 28 Oktober 2016.

    Dodi menambahkan, Emil sebenarnya sudah memberikan banyak perubahan positif selama tiga tahun memimpin Kota Bandung. Meski demikian, janji-janji membuat Kota Bandung menjadi lebih baik belum tuntas, serta program-program proyek-proyek gagasannya yang saat ini masih setengah jalan harus terus dikawal olehnya.

    Dia juga mengkritik kondisi Kota Bandung yang belum membaik lantaran banjir masih sering terjadi dan kemacetan yang belum teratasi. Ditambah, lanjut Dodi, kesejahteraan warga juga belum merata.

    "Kami meminta agar Ridwan Kamil bertanggung jawab penuh atas mimpi-mimpi dan harapan Kota Bandung Juara yang sudah telanjur dijanjikan kepada masyarakat," ujarnya.

    Karena itu, FWBPP berharap suara hati mereka didengar Emil agar keputusannya pada Desember 2016 nanti adalah tetap memimpin Kota Bandung.

    Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan, Emil mengatakan akan menentukan kelanjutan kariernya pada Desember 2016. Pilihannya ada tiga, ikut Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Pilwalkot Bandung, atau kembali menjadi arsitek profesional seperti dulu.

    "Kami bukan menghalangi karier politik Kang Emil. Kami juga bukan pendukung beliau, kami hanya berharap perubahan Kota Bandung secara utuh, tidak setengah-setengah. Selesaikan apa yang sudah dia mulai," tuturnya.

    Selain itu, Dodi menilai Emil sebagai putra daerah bisa membanggakan Kota Bandung dengan kapasitasnya ke level yang lebih tinggi di tingkat nasional. "Sayang kalau di Jawa Barat, Kang Emil tidak bisa action. Jadi Gubernur Jawa Barat cuma koordinatif. Kalau di Bandung, dia bisa action. "Kapasitas dan kemampuannya kelak setelah diasah di Kota Bandung akan lebih dibutuhkan di level nasional," ucapnya.

    Ditemui secara terpisah, Emil mengapresiasi keinginan FWBPP. Namun, dia tidak bisa menjanjikan keputusannya itu diumumkan pada Desember mendatang.

    "Saya belum pasti mau menyampaikan kapan. Kalau urusan politik mah, enggak bisa ditolak. Jadi silakan saja. Silakan mau benci atau menyukai, menyuruh pergi atau mengajak diam di sini. Aspirasi adalah aspirasi, ini alam demokrasi, asal disampaikan dengan cara-cara yang baik dengan argumentasi yang baik," tuturnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.