Belanda-Indonesia Kerja Sama Cari Bangkai Kapal Perang yang Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Mark Rutte saat menerima kunjungannya di Istana Merdeka, Jakarta, 23 November 2016. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Mark Rutte saat menerima kunjungannya di Istana Merdeka, Jakarta, 23 November 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hilangnya tiga kapal perang Kerajaan Belanda, yakni HNLMS Kortenaer, HNLMS De Ruyter, dan HNLMS Java disesalkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Menurut dia, hilangnya kapal tersebut adalah kabar yang menyedihkan.

    "Kapal yang hilang adalah kapal perang di Laut Jawa," ujar Rutte di Istana Kepresidenan Indonesia, Rabu, 23 November 2016.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Belanda mendapati tiga bangkai kapal perang mereka di Laut Jawa hilang secara misterius. Dua bangkai hilang secara keseluruhan, sementara satu lain hanya hilang sebagian.

    Adapun tiga bangkai kapal perang tersebut pertama kali ditemukan pada 2002. Dari hasil penelitian pasca-penemuan, terkuak bahwa tiga kapal tersebut tenggelam dalam Pertempuran Laut Jawa yang menjadi momentum kekalahan luar biasa Belanda, Inggris, dan Australia dari Jepang di Indonesia pada 1942.

    Rutte menuturkan pemerintah Indonesia telah menawarkan kerja sama dan bantuan untuk mencari bangka kapal yang hilang itu. Harapannya, dengan kerjasama ini, ke mana hilangnya bangkai kapal itu bisa segera diketahui untuk kemudian direbut kembali.

    "Terima kasih kepada Indonesia yang telah menawarkan bantuan setelah kami mendengar kabar menyedihkan soal kapal yang hilang," ucap Rutte. Dalam waktu dekat, kata Rutte, akan ada koordinasi dan komunikasi lebih lanjut perihal kerja sama itu.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.