Petani Brebes Panen Raya Bawang Merah, Harga Anjlok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan bawang merah yang belum laku terjual di kawasan Bulakamba, Brebes, 16 Juli 2015. Tahun lalu, pada H-4 Lebaran pemudik sudah ramai berbelanja, namun sampai H-2 tahun ini masih sepi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tumpukan bawang merah yang belum laku terjual di kawasan Bulakamba, Brebes, 16 Juli 2015. Tahun lalu, pada H-4 Lebaran pemudik sudah ramai berbelanja, namun sampai H-2 tahun ini masih sepi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Brebes - Petani bawang merah di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, panen raya.

    “Awal pekan ini, petani panen raya,” ucap Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari, Rabu, 16 November 2016.

    Juwari mengatakan panen raya ini berdampak pada harga bawang di tingkat petani lantaran pasokan bertambah. Semula harga bawang merah sebesar Rp 26-30 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini harganya turun menjadi Rp 20-23 ribu per kg.

    “Itu otomatis harganya turun ketika panen raya, karena pasokan bertambah,” ujarnya.

    Produktivitas tanaman pada panen raya kali ini menurun dibanding panen sebelumnya. Dalam kondisi normal, produktivitas tanaman dalam 1 hektare menghasilkan 10 ton bawang merah. Sedangkan kali ini hanya sekitar 7 ton per hektare. “Turun sekitar 30 persen,” tutur Juwari.

    Menurut dia, turunnya produksi ini dipengaruhi oleh cuaca. Hujan yang turun terus-menerus mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit, seperti busuk umbi dan bercak daun.

    “Penyakit itu mempengaruhi jumlah produksi, tapi tidak mempengaruhi harga karena turunnya produktivitas tidak terlalu anjlok,” ucap Juwari.

    Terkait dengan masih tingginya harga bawang di tingkat konsumen di wilayah lain, seperti Yogyakarta dan sekitarnya, menurut Juwari, hal itu karena banyak petani yang belum panen raya. Jadi pasokan di daerah penghasil bawang merah masih terbatas. “Kalaupun ada yang panen, paling cuma 1-2 hektare,” katanya.

    Sebelumnya, harga bawang merah di Yogyakarta mencapai Rp 40-45 ribu per kg. Kenaikan harga bawang tersebut karena pedagang kesulitan mendapatkan pasokan dari petani yang beralih menanam padi.

    Petani bawang merah asal Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Ayub Saktiyani, 52 tahun, mengaku baru saja memanen bawang merah di lahan seluas seperempat hektare. Menurut Ketua Kelompok Tani Mulya Makmur ini, produktivitas pada panen kali ini menurun, menjadi 8 ton per hektare. “Yang hasil panennya 10 ton per hektare hanya 20 persen di Desa Jagalempeni,” ujarnya.

    Menurut dia, tidak sedikit petani yang menjual bawang merah sebelum masa panen tiba. Mereka menjual kepada para tengkulak dengan harga sekitar Rp 4.000 per kg. "Biasanya umur 40 hari sudah ditebas sama tengkulak, seperempat hektare sekitar Rp 24 juta," tuturnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

    Baca juga:
    Jadi Tersangka, MUI Sarankan Ahok Mundur dari Pencalonan
    Ahok: Pengucap Lebaran Kuda Mestinya Dipidana
    Ahok Tersangka, Pangdam VII Wirabuana: Alhamdulillah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.