Bom Gereja Samarinda, Pelaku Diduga Jaringan Dulmatin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat

    Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan Juhanda, tersangka pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda, adalah pemain lama. "Pelaku belajar merakit bom saat di Aceh pada 2009-2011. Kalau dilihat waktunya, ia jaringan Dulmatin," ucapnya di kantornya, Senin, 14 November 2016.

    Baca: Jusuf Kalla: Bom Samarinda Bukti Terorisme di Sekitar Kita

    Boy berujar, seusai kejadian ini, tim Detasemen Khusus 88 bersama unit kepolisian lain terus bekerja dalam penyidikan dan penyelidikan untuk mengusut kasus ini. Mereka menggeledah sejumlah tempat, termasuk tempat tinggal Juhanda di sebuah masjid tanpa nama.

    Beberapa barang diamankan dalam penggeledahan itu, seperti laptop dan dokumen. Semua barang yang diamankan akan dipelajari penyidik. 

    Baca:  Ini Kata Tetangga Soal Juhanda Pelaku Bom Gereja Oikumene

    Juhanda melemparkan bom yang diduga molotov di depan Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo Nomor 32, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016.

    Akibat ledakan ini, empat sepeda motor rusak. Selain itu, empat balita mengalami luka bakar. Satu di antaranya, yakni Intan Olivia Banjarnahor, meninggal dunia.

    Intan mengalami luka bakar mencapai 78 persen di tubuhnya. Saat ini, ada tiga korban lain yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah A.W. Syahranie, Samarinda.

    Hingga siang tadi, polisi telah memeriksa 19 saksi terkait dengan bom molotov di Gereja Oikumene. Sedangkan yang ditahan baru satu pelaku, Juhanda.

    Sejauh ini, menurut dia, polisi masih terus menyelidiki dengan melakukan pemeriksaan dan pendalaman identifikasi di lokasi kejadian. Dia mengaku masih belum bisa menyimpulkan jenis bom molotov yang digunakan pelaku. "Jenis bom masih diselidiki, masih ada identifikasi lanjutan," tuturnya.

    Pasca-ledakan bom di Gereja Oikumene, kepolisian menyatakan kondisi Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, sudah aman dan kondusif. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa.

    REZKI ALVIONITASARI | FIRMAN HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.