Kejati Jatim Tak Hadiri Sidang Praperadilan Dahlan Iskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, 19 Oktober 2016. Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010 diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan kasus dugaan korupsi penjualan aset Badan Usaha Milik daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PT PWU). ANTARA FOTO

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, 19 Oktober 2016. Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010 diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan kasus dugaan korupsi penjualan aset Badan Usaha Milik daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PT PWU). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya -- Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selaku pihak termohon, tidak menghadiri sidang praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan, tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), Perusahaan BUMD milik Pemprov Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat 11 November 2016.

    Ferdinandus selaku Hakim tunggal yang menyidangkan perkara ini sempat bertanya ke Panitera Pengganti (PP) Suparman terkait ketidakhadiran Kejati Jatim.

    Dengan menggunakan pengeras suara, Panitera Suparman pun memanggil pihak Kejati Jatim untuk memasuki ruang sidang. Namun, setelah dipanggil, tak satupun pihak Kejati Jatim yang datang.

    Hakim Ferdinandus menunda persidangan perkara ini, pada Kamis 17 November 2016 mendatang. "Sidang kami tunda kamis depan," ucap Hakim Ferdinandus di akhir persidangan.

    Baca juga:
    Dibidik Tiga Kasus, Begini Tanggapan Dahlan Iskan
    Isu Demo 25 November, Menteri Ryamizard: Waspada

    Sementara itu, Pieter Talaway selaku ketua tim penasihat hukum Dahlan Iskan menyesalkan sikap Kejati Jatim yang mengindahkan panggilan pengadilan. "Sebagai aparat penegak hukum, semestinya Kejati lebih menjaga profesionalismenya," katanya saat dikonfirmasi usai persidangan.

    Menurut dia, ada tiga hal pokok yang mendasari permohonan praperadilannya, yakni terkait penetapan sah tidaknya surat perintah penyidikan, penetapan kliennya Dahlan Iskan sebagai tersangka dan penahanan Dahlan.

    "Kami pandang perlu untuk dikaji, makanya kami ajukan praperadilan ini," kata dia.

    Adapun Pelaksana tugas Kasipemkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto belum bisa dikonfirmasi terkait ketidakhadiran pihaknya pada persidangan praperadilan ini, meski terdengar nada dering dari ponselnya. (Baca berita sebelumnya: Kejaksaan Jawa Timur Siap Hadapi Praperadilan Dahlan Iskan)

    Pada persidangan ini juga diwarnai dengan hadirnya puluhan simpatisan Dahlan Iskan Dari Magetan, Jawa Timur, yang ingin mengawal jalannya sidang praperadilan ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.