Ini Sosok Mahasiswa yang Dituduh Provokator Demo 4 November  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melempari pendemo dengan gas air mata saat bentrok di depan Istana Negara, Jakarta, 4 November 2016. TEMPO/Subekti.

    Polisi melempari pendemo dengan gas air mata saat bentrok di depan Istana Negara, Jakarta, 4 November 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Manager Marketing Public Relations Universitas Nasional (Unas) Dian Metha Ariyanti menyangsikan foto salah satu mahasiswanya, Ismail Ibrahim, yang dituduh menjadi biang kerok dalam kericuhan aksi damai pada 4 November lalu. Pasalnya, sampai saat ini pihak universitas belum mendapat klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

    Metha semakin tidak yakin atas tuduhan terhadap mahasiswanya itu mengingat Ismail dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan aktif dalam organisasi internal kampus. "Kalau dari track record, dia itu mahasiswa yang aktif," katanya kepada Tempo, Senin, 7 November 2016.

    Ismail merupakan perantau dari Tidore, Maluku Utara. Saat ini, ia tengah menjalani studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Sosiologi, semester V. Metha mengatakan, dalam prestasi akademik, Ismail selalu mendapatkan indeks prestasi (IP) di atas 3,0. "Terus terang kami agak sangsi terkait dengan foto yang beredar. Karena memang secara pribadi Ismail tidak ada memiliki yang mengindikasikan sampai aktivitas yang bersifat anarkistis," tuturnya.

    Selain itu, Ismail saat ini tercatat menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Sosiologi. Pihak kampus, kata Metha, mengenal Ismail sebagai anak tanpa catatan buruk selama di kampus. "Kami juga harus melihat dari pandangan, apakah dia seperti itu atau tidak," ucapnya.

    Sosok Ismail pertama kali muncul setelah ia terlihat memegang sebilah bambu dan mengambil kuda-kuda ke arah polisi di tengah kerumunan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pemuda berusia 23 tahun ini tertangkap kamera tengah menyeruduk aparat kepolisian yang tengah mengamankan aksi damai terkait dengan dugaan penistaan agama oleh calon gubernur inkumben Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    Saat itu, massa menyesaki kawasan Istana Negara, Balai Kota, hingga Bundaran Hotel Indonesia untuk menuntut Ahok dalam kaitan dengan ucapannya yang dianggap telah menistakan umat Islam. Dalam sebuah video, Ahok sempat menyinggung Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51. Massa menuntut Ahok segera diproses hukum.

    LARISSA HUDA

    Saksikan VIDEO:

    Begini Detik-Detik Kerusuhan Saat Demo di Depan Istana

    Aksi Damai di Depan Istana Berakhir Ricuh

    Redam Aksi Anarkistis, Polisi Lepaskan Gas Air Mata

    Demo 4 November Makin Ricuh, Truk Polisi Dibakar

    Unjuk Rasa 4 November Ricuh, Polisi dan Pendemo Bentrok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.