Ada Teroris di Demo 4 November? Ini Penjelasan FPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, saat tiba di Gedung Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, 3 November 2016. Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait  kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). TEMPO/Subekti.

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, saat tiba di Gedung Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, 3 November 2016. Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menegaskan, unjuk rasa yang akan berlangsung pada 4 November 2016 tak akan disusupi aksi radikal. "Ini bukan aksi teroris, bukan soal SARA. Ini murni aksi anti-penistaan agama, bahkan penegakan hukum," ujar Rizieq di kantor Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Pusat, Kamis malam, 3 November 2016.

    Dugaan terlibatnya kelompok radikal dalam unjuk rasa itu sempat diungkapkan peneliti terorisme Sidney Jones. Dia mengaku mendapat informasi terkait kelompok radikal yang akan memanfaatkan demo 4 November untuk melancarkan aksi kekerasan.

    "Sedikit-sedikit menyatakan aksi teroris, omong kosong. Sidney Jones itu penipu," kata Rizieq.

    Rizieq yang menjalani pemeriksaan di Bareskrim sebagai saksi ahli dari pelapor, meminta semua pihak tak melebih-lebihkan intensi unjuk rasa 4 November. Lewat unjuk rasa itu, FPI dan massa dari sejumlah organisasi masyarakat mendesak aparat keamanan mengusut dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon Gubernur DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

    "Jangan sembarangan bicara, ini adalah gerakan kebangsaan. Pokoknya kami minta Ahok ditangkap," katanya.

    Tak hanya Sidney Jones, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun mencium adanya gerakan kelompok radikal dalam demo tersebut. "Soal (kelompok radikal) saya ada nalurinya. Ya, kami siap. Kalau ada, tangkap saja," ujar Ryamizard di sela pameran Indo Defence di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu, 2 November 2016.

    Menurut Ryamizard, sikap Kementerian Pertahanan sudah selayaknya militer, terutama dalam mendeteksi kelompok radikal. Menurut dia, sudah sepatutnya tentara menganalisis kemungkinan sekecil apa pun terkait keterlibatan kelompok radikal di antara demonstran unjuk rasa. "Kemungkinan ada, ya ada. Kalau tak terjadi (aksi radikal) tak apa, kalau terjadi, kami siap," tuturnya.

    YOHANES PASKALIS | REZKI ALVIONITASARI 

    Baca juga: 
    Rizieq Shihab Minta Polisi Tangkap Ahok Besok
    Begini Taktik Pasukan Asmaul Husna Hadapi Demo 4 November
    8 Situs Diduga Bermuatan SARA Diblokir, Terkait Ahok?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.